Karangetang Tebar Ancaman


Siau, ME

Aktifitas vulkanik Gunung Karangetang, masih tinggi. Usai letusan dahsyat, Api Siau terpantau masif meluncurkan lava pijar. Lahar dingin pun meluber bahkan menyasar pemukiman warga.

Gunung Api Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) hingga kini masih berada dalam status Siaga (level III). Luncuran lava pijar terus menyasar sejumlah wilayah. Selain itu, lahar dingin mulai ‘mengepung‘ sejumlah aliran sungai. Warga khawatir terhadap aktifitas vulkanik ini.

"Puncak guguran lava dengan jarak luncur sekitar 2 kilometer masih keluar dari puncak. Guguran lava tersebut meluncur ke arah selatan gunung," terang pengamat Gunung Api Karangetang, Didi Wahyudi.

Ia pun berharap warga mematuhi radius bahaya rekomendasi Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Gunung Api (PVMBG) serta tak mengambil risiko menerobos masuk ke zona rawan bencana.

"Radius bahaya ini ditetapkan agar warga terhindar dari ancaman guguran lava pijar. Hendaklah ini dipatuhi semua warga agar bisa jauh dari hal-hal yang tidak diinginkan bersama," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Toni Supit mengharapkan agar masyarakat yang tinggal di wilayah kaki Gunung Karangetang untuk terus waspada."Kami mengharapkan masyarakat yang tinggal di wilayah kaki gunung untuk tingkatkan kewaspadaan, sebab sekarang ini ancaman bahaya bukan hanya dari lava pijar namun juga sudah dengan lahar dingin apabila curah hujan tinggi," kunci Bupati.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sitaro, Bob Wuaten menambahkan, pihaknya sudah melakukan evakuasi bagi warga yang ada di sekitar bantaran sungai yang terkena lahar dingin.

"Sudah dilakukan evakuasi bagi warga yang rumahnya terkena aliran lahar dingin ke daerah yang aman seperti kembali ke tempat pengungsian yakni di Museum, karena untuk beberapa rumah yang terkena banjir lahar dingin ini, mereka merupakan bagian dari pengungsi erupsi Gunung Karangetang beberapa waktu lalu," tandas Wuaten.

“Untuk sekarang ini BPBD bersama TNI/Polri bahkan pihak terkait sementara bekerja sama untuk membuka jalan Ulu-Ondong yang terkena dengan aliran lahar dingin agar sudah bisa dilalui. Sudah ada alat yang dikerahkan untuk membersihkan badan jalan dan saat ini sementara beroperasi."(haman palandung)



Sponsors

Sponsors