Prediksi, Menebak Cabup Minsel 2015


Amurang, ME

Perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) tinggal 6 bulan lagi dilaksanakan. Namun suhu politik di tanah 'Malesung' ini kian memanas. Lantunan dukungan terhadap bakal calon kerap menghiasi media massa baik cetak, elektronik maupun media online.

Sejumlah tokoh sudah menyatakan siap mencalonkan diri sebagai bupati Minsel. Beberapa lainnya masih mencari kendaraan politik untuk pilkada bupati 9 Desember nanti. 6 bulan sebelum pesta demokrasi tak ada salahnya kita menembak siapa yang akan maju dalam pilkada nanti.

Kita tentunya sudah memiliki gambaran bahwa dalam pilkada nanti akan diikuti 4 pasangan calon bupati yang di usung partai dengan hitungan, masing-masing partai maupun koalisi setidaknya memiliki 20 persen suara untuk bisa mengusung calon bupati dan wakil bupati.

Perlu diketahui, syarat untuk pencalonan bupati diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 2015 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 8 tahun 2015 Pasal 39, pencalonan gubernur, bupati dan walikota dapat melalui dua jalur. Pertama melalui jalur parpol atau gabungan parpol dengan ketentuan harus memenuhi 20 persen dari jumlah kursi di DPRD atau 25 persen dari perolehan suara pada pemilu legislatif 2014. Kedua melalui jalur perseorangan atau bisa juga disebut dengan calon independen.

Namun untuk jalur perseorangan sudah tidak mungkin lagi karena sejak dibuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minsel pada 11 sampai 15 Juni lalu, tidak ada satupun calon yang memasukan dokumen dukungan. Itu berarti dalam pilkada nanti hanya calon dari parpol saja.

Kalau ada 4 pasang calon bupati, itu berarti hanya Golkar, PDIP berhak mengusung calon bupati karena memenuhi 20 persen jumlah kursi di DPRD. Golkar memiliki 10 kursi sedangkan PDIP 6 kursi. Sementara Gerindra dan Demokrat jika ingin mengusung calon bupati harus berkoalisi dengan partai lain.

Gerindra memiliki 5 kursi begitu juga Demokrat 5 kursi. Jika dilihat baik Gerindra dan Demokrat peluang untuk mengusung calon bupati terbuka lebar karena lobi dan pendekatan sudah dilakukan kedua partai untuk menentukan partai mana yang akan menjadi koalisi.

Partai Golkar
Meski masih menjadi polemik kepegurusan DPP, partai Golkar seperti diketahui masih akan mengusung Christiany Eugenia Paruntu sebagai kandidat calon bupati. Karena selain internal partai, masyarakat juga mendukung pencalonan Paruntu menjadi bupati untuk kedua kalinya.

Untuk calon wakil bupati yang akan berpasangan dengan Paruntu, mereka adalah Edison Masengi, Andry Harits Umboh, Franky Lelengboto dan Frangky D Wongkar. Diantara empat kandidat tersebut siapa yang paling berpeluang diambil Paruntu jadi pendamping? Menurut prediksi Paruntu akan mengambil Edison Masengi karena sama-sama kader partai Golkar. Selain itu Masengi diprediksi bisa mendongkrak suara di wilayah Minahasa Selatan Atas (Minsela).

PDIP
Dari PDIP sendiri sudah ada beberapa figur yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati. Mereka adalah Asiano Gemmy Kawatu, Ramoy Markus Luntungan dan Frangky D Wongkar. Rumor yang berkembang, menempatkan Kawatu sebagai calon bupati yang akan diusung partai banteng moncong putih ini.

Untuk pasangan wakil bupati, ada beberapa nama yang siap disandingkan dengan Kawatu. Mereka adalah, Frangky D Wongkar, Rommy Pondaag dan Steven Lumowa. Namun diantara ketiga nama tersebut Wongkar dinilai paling layak menjadi calon wakil bupati mendampinggi Kawatu.

Partai Gerindra
Sudah jelas partai Gerindra akan mengusung calon bupati. Untuk mewujudkan hal tersebut tentu harus berkoalisi dengan partai lain. Ketua DPC partai Gerindra Minsel Anne Langi sendiri menyatakan sudah bertemu dengan beberapa partai. Partai bentukan Prabowo Subianto ini intens melakukan komunikasi dengan partai lain untuk menentukan arah koalisi agar mendapat tiket dalam pilkada nanti.

Sejauh ini sudah ada beberapa nama yang akan menjadi calon bupati dari partai Gerindra. Mereka adalah, Ramoy Markus Luntungan, Sonny Frans Tandayu dan Ventje Tuela. Dari ketiga nama tersebut, Luntungan menjadi pilihan.

Pertanyaannya siapa yang akan mendampinggi Luntungan? Saat ini sudah ada beberapa nama seperti Sonny Frans Tandayu, Franky Lelengboto dan Ventje Tuela. Dari keriga nama tersebut, Tandayu dinilai pas mendapingi Luntungan. Sukses dalam pilkada lalu menjadikan Tandayu sebagai salah satu calon wakil bupati yang memiliki basis massa.

Partai Demokrat
Sejauh ini, Partai Demokrat juga intens melakukan lobi dengan partai lain. Karena nasib Demokrat sama dengan Gerindra harus berkoalisi. Untuk calon bupati sudah ada beberapa nama. Mereka adalah Jhon Sumual, Jackson Kumaat dan Setly Kodong. Diantara mereka bertiga bisa dipastikan Jhon Sumual yang menjadi calon dari Demokrat.

Untuk wakil bupati ada Jackson Kumaat, Setly Kodong dan Billy Lombok. Dari antara mereka Jackson Kumaat menjadi pilihan yang cocok mendampinggi Sumual.

Jadi menurut prediksi pilkada bupati Minsel 2015 akan diikuti 4 pasangan yakni Christiany Eugenia Paruntu - Edison Masengi, Asiano Gemmy Kawatu - Franky D Wongkar, Ramoy Markus Luntungan - Sonny Frans Tandayu dan Jhon Sumual - Jackson Kumaat. (jerry sumarauw)



Sponsors

Sponsors