Pegang KTA Partai Lain, Keluar Golkar


Manado, ME

Kabut hitam yang masih membungkus Partai Golkar ikut menciptakan kondisi pelik bagi kader yang mempersiapakan diri untuk maju bertarung di pemilihan kepala daerah (Pilkada). Hal tersebut membuat pimpinan Partai Golkar ‘longgar’. Memberi kesempatan bagi kadernya untuk maju melalui jalur perseorangan maupun menggunakan kendaraan partai lain.

Hal tersebut diungkapkan langsung Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut), Stefanus Vreeke Runtu (SVR).

“Di Sulut ada Tomohon dan Minahasa Selatan yang mendapat restu dari Ketua Umum ARB (Aburizal Bakrie) untuk maju melalui jalur independen. Tapi selain itu, kader juga diberi kesempatan jika diundang oleh partai lain. Di beberapa daerah kita kan memang harus koalisi juga. Misalnya di Manado,” kata SVR baru-baru ini.

Namun ia me-warning kader Beringin agar tidak ‘memegang’ Kartu Tanda Aggota (KTA) partai lain. Jika hal itu terjadi, konsekwensinya harus keluar dari Golkar.

“Kalau mau dicalonkan partai lain, silahkan. Tapi jangan mengantongi KTA partai lain. Karena kalau sudah mengantongi KTA partai lain dianggap sudah keluar dari Golkar,” tegas Wakil Ketua DPRD Sulut ini. (joyke watania)



Sponsors

Sponsors