Jelang Kenaikan BBM, Aktivitas SPBU Masih Normal
Manado,ME
Aktivitas di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di sejumlah wilayah di Sulawesi Utara masih normal. Meski pemerintah telah mengambil ancang-ancang untuk menaikkan harga premium dan solar subsidi dari Rp4.500 menjadi Rp 6.500 dan Rp. 5500 pada Juni 2013 mendatang.
Sebagaimana pantauan Media Sulut di beberapa SPBU di Manado, senin (27/5) kemarin, pengguna kendaraan yang mengisi bahan bakar hanya beberapa orang saja, baik di pompa untuk kendaraan roda dua dan roda empat, tidak terlihat antrian panjang.
Pemandangan sedikit berbeda terlihat di SPBU Kota Tomohon dan di Kawangkoan Minahasa yang terletak di lintas jalan raya, antrian terlihat di pompa untuk pengisian bahan bakar kendaraan roda dua dan empat.
Taufik, petugas salah satu SPBU di Manado mengatakan belum ada lonjakan konsumen dalam beberapa hari terakhir, meski pemerintah akan menaikkan harga bahan bakar minyak baik premium dan solar menjadi Rp 6.500 dan Rp 5500.
“Kalau ada isu kenaikan harga BBM, kalangan warga sering mengantri mengisi BBM pada akhir bulan, sebab pemerintah biasanya mengumumkan kenaikan harga bahan bakar pada akhir bulan, jadi warga menunggu jelang tanggal 1,” ujarnya.
Pasokan premium dan solar dari PT Pertamina ke SPBU tempatnya bekerja tetap.”Jumlahnya saya tidak tahu persis,” tuturnya. Sehingga di SPBU itu jarang terjadi kekosongan stok BBM.
“Pasokan masih normal dan cukup hingga datang pasokan keesokan harinya, tetapi terkadang stok menipis bahkan habis pada setiap akhir pekan, sebab jumlah kendaraan pada saat itu lebih banyak, terlebih SPBU ini letaknya di lintas jalan nasional,” katanya.
Sementara itu sumber dari kalangan masyarakat Manado mengatakan tak dapat dipungkiri, aksi pelanggaran distribusi bahan bakar minyak di sejumlah SPBU kerap terjadi pada malam hari. Oknum masyarakat menggunakan pick up berisi jerigen pada larut malam.
Lalu puluhan jerigen diisi dengan BBM bersubsidi di salah satu pompa bensin. Bila ingin melihat langsung, kata warga, aksi seperti itu terjadi mulai pukul 22.00 wib hingga dinihari.
“Pelanggaran seperti itu sering terjadi, kami menduga yang sering mengambil bahan bakar terutama solar adalah kaki tangan oknum pengusaha dan industri serta para spekulan saat ada rencana kenaikan harga,” ujar warga Manado yang tidak ingin namanya disebutkan.(Raimon Sumua/msg)



































