Foto: Legislator Sulut, KDP menunjukkan hasil tes urine.
BNN Periksa Legislator Sulut
15 Penghuni Gedung Cengkeh Belum Jelani Tes
Manado, ME
Tim Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Utara (Sulut) ‘menyerbu’ Gedung Cengkeh. Para wakil rakyat satu per satu diperiksa. Aksi itu dilakukan untuk memastikan apakah ada personil Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut yang terliban nakotika dan obat-obat terlarang (narkoba). 30 orang ‘terjaring’ namun 15 lainnya belum berhasil dites.
Senin (15/6), sekira pukul 14.00 Wita, Tim BNN Sulut mendatangi gedung DPRD Sulut dan memeriksa para legislator. 30 dari 45 personil DPRD Sulut berhasil melakukan tes urine. Namun masih ada 15 anggota dewan yang belum melakukan pemeriksaan.
“Maksud dan tujuan kedatangan kita untuk mengetes seluruh anggota DPRD Provinsi Sulut apakah ada yang menggunakan narkoba,” jelas pihak BNN Sulut melalui Ketua Tim, Dr Tommy Sumampow.
Diakuinya, pemeriksaan tersebut dilakukan secara mendadak, tanpa pemberitahuan. “Kami tidak merencanakan tes urine ini karena saya baru menerima telepon dari Ketua DPRD pukul 10 pagi tadi (kemarin, red,” tutur Sumampow.
“Dalam tes ini ada lima parameter yakni, ganja, sabu, ekstasi, heroin, morfin,” paparnya.
Ketua DPRD Sulut, Steven Kandouw, meyatakan apresiasi kepada anggota DPRD yang telah menjalani tes urin. Ditegaskannya, sebagai penyelenggara negara anggota DPRD harus bebas narkoba.
“Saya yakin tidak ada anggota terlibat. Kalau ada yang terlibat menurut aturan harus segera diganti. Pemeriksaan gratis dan tidak direncanakan seperti inspeksi,” beber Kandouw.
Menanggapi soal 15 anggota DPRD Sulut yang belum menjalani tes, menurutnya periksaan terhadap seluruh anggota DPRD tetap akan dilaksanakan.
“Yang belum tetap diagendakan berikut. Intinya seluruh anggota dewan harus membuktikan diri bebas narkoba melalui pemeriksaan BNN ini,” jelas politisi PDIP ini.
Aksi tersebut mendapat respon positif dari para penghuni gedung rakyat. Seperti yang dikatakan Wakil Ketua Komisi I DPRD Sulut, Kristovorus Decky Palinggi. Ia mengakui jika anggota DPRD harus menjadi contoh. Ia juga berpendapat, tindakan pencegahan sangat penting bagi usaha mengatasi masalah narkoba di Sulut.
“Sebagai wakil rakyat, kita harus lebih dulu memberikan contoh yang baik ke masyarakat akan pentingnya mencegah bahaya narkoba bagi generasi penerus bangsa. Kegiatan pemeriksaaan ini saya harapkan bukan hanya dilakukan di DPRD Sulut tapi harus dilaksanakan di DPRD Kabupaten dan Kota, termasuk bagi para kawula muda yang ada di Sulut seperti di sekolah-sekolah,” tandas politisi Partai Golkar itu, usai melakukan tes urine.
Dari hasil pemeriksaaan urin terhadap 30 anggota DPRD tersebut, semuanya dinyatakan negatif menggunakan narkoba. Hal itu diungkapkan langsung pihak BNN. (joyke watania)



































