Perempuan Bertato Trisula dan Salib Ternyata Meninggal di Penginapan Bitung


Bitung, ME

Identitas mayat perempuan bertato trisula dan salib yang dibawa ke RSUD Manembo-nembo yang menghebohkan jejaring sosial mulai terungkap. Dimana, menurut Kapolres Bitung, AKBP Reindolf Unmehopa SH SIK, dari hasil pemeriksaan saksi-saksi diketahui korban bernama Ningsih.

“Korban berinisial NMS alias Ningsih dengan umur 21 tahun asal Desa Tanawangko Kabupaten Minahasa Induk,” kata Unmehopa, Senin (15/6) ketika menyaksikan oleh TKP di di Penginapan Jenny House 1 Kelurahan madidir Weru lingkungan 2 Kecamatan Madidir.

Unmehopa mengatakan, pihaknya masih terus mendalami kematian korban dengan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi dan bukti-bukti di lapangan. Termasuk keterangan dari orang terakhir bersama korban inisial A di kamar penginapan tersebut.

“Di TKP sendiri kita menemukan beberapa botol minuman seperti cap kaki tiga dan minuman lainnya. Dan penyebab kematian korban masih kita cari tahu,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan saksi kunci terjadi pada Senin (15/6). Adalah MN alias Buang (27) warga Kelurahan Wangurer Timur lingkungan I dan HA alias Anis (41) warga Kolombo Kelurahan Bitung Barat Kecamatan Maesa yang mengetahui perempuan itu tak sudah tak bernyawa di dalam kamar.

"Senin (15/6) Jam 11 siang saya datang bersama Anis kamar dalam keadaan tidak terkunci. Mendapati posisi korban di tempat tidur sudah tidak bernyawa sempat pegang lubang hidungnya dan cek denyut nadi sudah tidak ada lalu kami berdua minta petunjuk kepada A alias Aping yang bersama korban malam sebelumnya untuk dibawa di rumah sakit menggunakan mobil pick up milik Aping dengan uang Rp 1 juta," urai Buang saat memberikan keterangan dihadapan Kapolres Bitung AKBP Reindolf Unmehopa dan Kasat Reskrim Polres Bitung AKP Rivo Malonda serta jajaran Polres Bitung di tempat kejadian perkara, Senin (15/6) malam.

Usai membawa korban ke UGD rumah sakit keduanya langsung pergi, Buang berasalan membawa pulang mobil dan Anis pergi melapor ke Polisi. Adapun laporan dari Anis yang mengatakan bahwa korban ditemukan tewas di taman kota Samping Bank Mandiri Bitung diduga membuat gempar warga Bitung yang memposting foto-foto korban hingga ke media sosial.

Buang mengaku sempat menjadi germo namun belakangan sudah berhenti menjadi sopir. Ia pada Minggu (14/6) malam sekitar pukul 21.00 Wita ditelepon oleh ko Aping menanyakan apakah ada perempuan yang bisa diajak kencan.

"Karena saya sudah berhenti dihal-hal begitu saya sampaikan nanti mau tanya kepada Anis seorang germo dan dia katakan tunggu ada perempuan yang akan datang dari Langowan," ceritanya.

Lanjutnya Minggu (14/6) sekitar pukul 11.00 Wita saya pergi ke penginapan itu dan melihat sudah ada Anis dan si perempuan. Sekitar pukul 4 subuh dirinya melakukan pengecekan kepada Anis mengenai keberadaan si perempuan, apakah sudah selesai melayani atau belum dan si Anis pun menjawab belum.

"Ada tiga kali saya telepon katanya belum keluar kamar, sehingga kami berdua bersama-sama cek ke dalam kamar dan mendapati perempuan itu sudah tidak bernyawa," tukasnya.

Terpisah dari keterangan Alexander Ismail Basri (34) Karyawan penginapan Jenny House 1 membenarkan bahwa Anis dan Buang melakukan Check in di kamar A, namun dirinya tidak mengetahui jam berapa tamu pria dan wanita masuk.

"Senin (15/6) pagi jam 9 saya sempat melihat perempuan yang sudah meninggal (sebelumnya) sempat mondar-mandir didepan kamar dan mengatakan dalam keadaan sesak nafas dan kami sarankan untuk membeli obat," cerita Alexander.

Lanjutnya, korban sempat memintanya untuk menemani duduk-duduk didepan kamar karena dalam kondisi sesak nafas. Alexander pun berinisiatif menelepon si Anis pria yang datang bersama perempuan itu malam hari sebelumnya.

"Sebelum Anis datang saya sudah pulang," tutupnya. (raynaldi)



Sponsors

Sponsors