Lumentut Dicap Khianati Masyarakat


Tomohon, ME

Langkah politik yang didayung Wenny Lumentut, menuai reaksi miring dari sejumlah elemen masyarakat. Pasca mendaftarkan diri sebagai bakal calon Walikota Manado, Selasa (9/6), Wakil Ketua DPRD Sulawesi Utara itu langsung dicap melakukan pengkhianatan terhadap suara masyarakat yang mendukungnya di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 lalu.

Nada pedas itu dinyanyikan Pengurus Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kota Tomohon. Dalam siaran persnya, Rabu (10/6) kemarin, mereka menegaskan jika apa yang dilakukan Lumentut adalah bentuk pengkhianatan.

"Rakyat Tomohon memberi kepercayaan untuk memperjuangkan aspirasi di DPRD Sulut. Lantas apa korelasinya dengan mencalonkan diri di Pilkada Manado," tandas Fransiskus Talokon dan Christo Senduk SIP, Ketua dan Sekretaris Pengurus Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kota Tomohon, yang menandatangani siaran pers tersebut.

Bahkan Talokon dan Senduk menilai jika sikap seperti itu sama saja dengan tidak menghargai kepercayaan rakyat. Itu dilakukan hanya untuk ambisi semata, sama dengan haus kekuasaan dan jabatan.

"Sikap seperti ini jelas sangat tidak menghargai kepercayaan yang diberikan rakyat," tegas keduanya.

Apalagi ketika Pileg dan masa reses DPRD Sulut lalu, Lumentut berjanji untuk tidak akan maju dalam Pilkada. Karena alasannya akan lebih fokus memperjuangkan aspirasi rakyat di DPRD Sulut.

Keduanya pun menilai sikap Lumentut menunjukan dirinya tak bermoral dan beretika dalam berpolitik.

"Kalau memang beralasan ditugaskan partai, kan bisa menolak dengan dalih demi amanat rakyat. Tapi kalau seperti ini, jelas merupakan suatu bentuk pengkhianatan," sembur mereka.

Apalagi, memasuki tahun pertama sebagai pembawa aspirasi rakyat di Gedung Cengkeh, politisi Partai Gerindra itu dinilai belum mewujudkan janji-janjinya kepada masyarakat.

“Seperti pemberian bantuan kepada organisasi Tuna Netra ketika reses lalu tak sesuai harapan seperti yang dijanjikan. Kiranya masyarakat dapat juga mulai menilai pribadi dan figur seperti ini dalam pesta demokrasi selanjutnya,” ungkap Talokon dan Senduk.

Wenny Lumentut sendiri, ketika mendaftar ke  tim penjaringan Bakal Calon (Balon) Walikota dari koalisi bersama (Partai Gerindra, PKS, PAN,  Hanura, PKP, Golkar) di Hotel Aston Manado, menjelaskan mengapa dirinya lebih memilih mendaftar sebagai kandidat di Pemilihan Walikota (Pilwako) Manado ketimbang di Tomohon.

Menurutnya, ia amat sangat peduli dengan kondisi Kota Nyiur Melambai saat ini. “Saya memilih mendaftar di Manado bukan berarti saya tidak lagi berbakti kepada masyarakat Minahasa dan Tomohon  tetapi saya juga akan terus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat di wilayah tersebut. Tomohon antara lain, saya pernah berikan bibit cengkih secara cuma-cuma,” jelasnya.
 
Lebih lanjut Wenny Lumentut mengungkapkan, musibah yang melanda warga Manado, seperti banjir bandang dan tanah longsor, serta bencana alam lainnya, membutuhkan sentuhan pemimpin yang tepat ke depan nantinya. “Saya bercita-cita ingin merubah nasib warga Manado dan menjadikan masyarakat agar lebih sejahtera,” ungkapnya.

Lumentut juga berjanji akan berani mengambil sikap apa saja, termasuk harus meninggalkan jabatan sebagai Walikota apabila apa yang dijanjikannya tidak terealisasi. “Dalam waktu dua tahun, apabila saya dianggap tidak mampu menjalankan tugas maka saya siap mengundurkan diri demi kepentingan orang banyak,” pungkasnya. (tim me)



Sponsors

Sponsors