Duet Jagoan di Pilkada Manado Mengerucut


Manado, ME

Tahta Walikota dan Wakil Walikota Manado periode 2015-2020 terus gencar diincar. Teranyar, sejumlah pasangan yang difavoritkan maju ke medan laga mulai mengerucut. Kendaraan yang akan ditunggangi pun mulai jelas terlihat.

Kisah terhangat, berhembus kabar jika Ketua DPD I Partai Demokrat (PD) Sulawesi Utara (Sulut), Godbless Sofcar Vicky Lumentut (GSVL), tidak akan diakomodir partainya. Kondisi itu memicu gerak agresif sejumlah partai untuk ‘mencuri’ Walikota Manado itu untuk diusung. Sang petahana dinilai kans kembali bertahta. Hal itu yang memantik hasrat sejumlah partai untuk menggaetnya.

“Kalau tak diakomodir Demokrat, pak wali (GSVL) kemungkinan memilih maju melalui jalur independen,” ungkap sumber dekat GSVL yang meminta namanya tidak diberitakan.

Kabar mengejutkan lain menyeruak jika GSVL kini sedang ‘dijodohkan’ dengan Kristovorus Decky Palinggi (KDP).

“Sudah mulai ada komunikasi yang dibangun. Dua figur ini dianggap layak dan berpotensi bisa meraup suara signifikan dan menjadi pemenang jika diduetkan,” beber sumber.

KDP ketika dikonfirmasi, tak menampik hal tersebut. Diakuinya, dalam dunia politik segala sesuatu bisa terjadi.

“Komunikasi politik jalan. Yang mendampingi beliau (GSVL) siapa pun bisa asal komunikasi. Yang penting punya tujuan untuk membangun masyarakat,” kata politisi Golkar yang kini duduk sebagai Wakil Ketua Komisi I DPRD Sulut, Selasa (9/6).

Bitang Mercy sendiri kans mengusung Harley Mangindaan.  Nama pengusaha Jimmy Asiku dikabarkan akan diakomodir sebagai pasangan Wakil Walikota Manado tersebut.

Sementara saingan kuat bakal dilemparkan dua partai lama, PDIP dan Golkar, lewat pasangan Richard Sualang (RS)-Lily Binti (LB). Partai gabungan (Gerindra, PKS, PAN, Hanura, PKP) juga tak akan kalah. Nama Wenny Lumentut (WL) serta Hanny Joost Pajouw (HJP) kencang digaungkan partai-partai yang telah membentuk sekretariat bersama ini.

“Kalau melihat komposisi tersebut, semuanya mempunyai kans yang sama untuk menang. Tinggal tergantung bagaimana mereka memainkan strategi perangnya, terutama bagaimana meyakinkan visi dan misi mereka kepada rakyat yang akan memilih,” ujar pemerhati politik Manado, Terry Umboh, Rabu (10/6).

“Tapi terutama yang penting dinilai warga Manado, dukungan menyuplai ‘gizi’ yang kena dan bermanfaat,” selorohnya.

Diakuinya, incumbent Walikota dan Wakil Walikota Manado tak bisa diremehkan. Ketika keduanya sah memilih untuk saling bersaing.

“Keduanya cukup mengenal warga lewat terobosan-terobosan dalam Pemerintahan Kota Manado,” nilainya.

Hal lain yang perlu dicermati adalah gerbong PDIP. Partai penguasa yang nota bene merupakan partai pemenang Pemilu di Indonesia. Kemudian dikerucutkan di Sulut, mayoritas Kabupaten/Kota dikuasai oleh Banteng Moncong Putih.

“Arus kencang PDIP akan menguntungkan partai lain yang berpasangan dengan mereka. Dikarenakan, PDIP mempunyai unsur gotong-royong dalam menghadapi Pilkada dan pemilih militan. Ini catatan penting yang tak bisa diremehkan,” tandas Umboh. (devy kumaat)



Sponsors

Sponsors