Foto: Julius Jems Tuuk.
Tuuk Kritisi Tayangan TV
Kasus Pembunuhan Sadis Marak
Manado, ME
Sejumlah kasus pembunuhan menggegerkan Bumi Nyiur Melambai selama beberapa waktu belakangan. Mencermati hal itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), Jems Tuuk mengatakan, kondisi ini mengisyarakatkan masyarakat lagi sakit.
Personil Komisi I DPRD Sulut itu pun mengkritisi beragam program yang ditayangkan televisi kini.
“Kasus pembunuhan marak. Masyarakat tidak siap dengan teknologi. Belum siap memanfaatkan teknologi. Tayangan TV sangat berpengaruh. Kita lihat sekarang, di TV kalau dia sinetron apa yang mereka perlihatkan? Kekerasan, selingkuh, baku bunuh karena harta. Tanpa disadari, cerita di sinetron mengilhami anak-anak kita,” nilainya.
Selain itu, ia berpendapat Komisi Penyiaran Indonesia tidak berfungsi.
“Masalah parahnya, sensor KPID (Komisi Penyiaran Indonesia Daerah) tidak ada. TV nihil menyajikan tanyangan-tayangan yang berisi kearifan lokal. Kalau sedikit itu ada tapi ini nihil. Harusnya tayangan-tayangan soal bagaimana kearifan lokal kita itu harus diperbanyak. Di sini peran KPID sangat penting,” tandas politisi PDIP ini. (joyke watania)



































