Misteri Pantai Kawis Yang Ganas


Tondano,ME

Kematian tragis sembilan remaja Minahasa Sabtu (25/05) akhir pekan lalu sangat mengejutkan publik Sulawesi Utara. Hal ini menegaskan betapa bahayanya arus laut di kawasan pantai timur Minahasa, termasuk Pantai Kawi.
Yang lebih ironi, belum banyak yang mengetahui seluk beluk Pantai Kawi.

Kawasan pantai yang terletak di perbatasan Kombi dan Lembean Timur itu memang relatif belum lama ini menjadi primadona wisatawan.
“Baru beberapa tahun terakhir ini banyak dikunjungi. Sebelumnya, hanya masyarakat sekitar yang sering kemari,” tutur Sterry Montong, warga Kombi.

“Saya kaget dengan kejadian ini. Tapi pantai Kawi memang bukan tipe pantai yang 'kondusif' bagi para pengunjungnya. Ini memang pantai yang rentan dengan gelombang pasang,” tambahnya.

Titik pantai yang menjadi lokasi para korban berenang justru adalah area yang paling berbahaya. “Mereka berenang di dekat muara sungai Kawis. Di situ memang rawan. Apalagi kalau datang gelombang pasang dari arah laut ke pesisir pantai. Arus balik dari muara sungai ke laut akan sangat kuat. Kalau tidak mahir berenang pasti tidak akan mampu keluar dari arus itu,” timpalnya. 

Sementara itu, Revlan Mentu, salah satu dari tiga korban yang selamat dari peristiwa tersebut, mengakui dia bersama rekan-rekannya
terseret arus yang sangat kuat. Diwawancarai saat mendapat perawatan di Rumah Sakit Sam Ratulangi Tondano, Revlan menjelaskan dia dan teman - temannya berenang di kawasan pantai yang relatif dangkal.

“Torang nda nae perahu. Torang cuma da mandi (berenang, red) di tepi pantai. Depe aer cuma sampe di perut,” tutur Revlan dengan suara parau. Matanya berkaca-kaca. Ia tampak masih trauma dengan kejadian yang barumenimpa ia dan kawan-kawannya. “Da sementara mandi, kage-kage torang terhisap ke bawah. Arusnya kuat sekali. Sesudah itu kita so nda inga apa-apa,” timpalnya, sesengukan. (Tim ME)



Sponsors

Sponsors