8 Korban Tewas Tragedi Pantai Kawi, Anak Sulung.
Tondano, ME
Entah kebetulan, delapan dari sembilan remaja yang dijemput ajal dalam tragedi di Pantai Kawi, Tulap, Minahasa, ternyata adalah anak sulung.
Informasi yang dirangkum Manado Express, hanya satu korban tewas yang bukan anak sulung. "Delapan (korban tewas, red) anak yang paling tua. Hanya Bella (Bella Surentu, red), yang bukan. Dia anak nomor dua," ungkap Novry Mentu, ayahanda Pingkan Mentu, salah satu korban tewas di insiden itu.
Novry yang ditemui Manado Express di rumah duka, di bilangan Kelurahan Liningaan, Tondano sekitar pukul 18.00 WITA, enggan berpikir terlalu jauh atas fakta itu. Terlebih mengaitkannya dengan nuansa mistis. Baginya, insiden ini adalah kehendak dari Sang Pencipta. "Kami keluarga mengamini bahwa semua ini adalah kuasa Tuhan. Kami pasrah saja. Pasti ada rencana Tuhan yang indah dibalik ini semua," timpalnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sembilan remaja GMIM Sentrum Liningaan tewas dalam insiden di Pantai Kawi, Tulap, Sabtu (25/5) siang sekitar pukul 15.00 WITA. Data terakhir, dari hampir 70 remaja yang mengikuti ibadah tamasya tersebut, ada 12 yang tenggelam di pantai itu. 9 tewas, sedang 3 lainnya selamat. Diduga, tenggelamnya mereka akibat seretan arus. (msg)
Berikut nama-nama korban tewas :
1. Bella Surentu (Perempuan, 16 tahun)
2. Resky Chandra Walangitan (Laki-laki, 17 tahun)
3. Sherina Onggeleng (Perempuan, 14 tahun)
4. Dandy Wuisang (Laki-laki, 12 tahun)
5. Anggie Tengel (Perempuan, 14 tahun)
6. Geronimo Mailantang (Laki-laki, 14 tahun)
7. Morina Rarung (Perempuan, 13 tahun)
8. Valdano Surentu (Laki-laki, 17 tahun)
9. Pingkan Mentu (Perempuan, 17 tahun)
Korban Selamat :
1. Gabriela Waney (Perempuan, 14 tahun)
2. Revlan Mentu (Laki-laki, 15 tahun)
3. Andre Tumengkol (Laki-Laki, 14 tahun)



































