OJK Dorong BPR Masuk ke Pedesaan
Manado, ME
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara mendorong bank perkreditan rakyat (BPR) melakukan penyaluran pembiayaan di wilayah pedesaan.
"Kami terus mendorong BPR agar fokus pembiayaan hingga ke pelosok desa, karena telah menjadi tujuan sejak awal pendirian lembaga perbankan tersebut," kata Kepala OJK Wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara, Dwi Suharyanto Dwi, di Manado, Kamis (4/6).
Dwi meminta agar BPR tidak hanya memfokuskan bisnis di kota saja, mengingat sudah ada bank umum yang melayani di daerah tersebut. Selain melakukan penghimpunan dana, BPR juga diharapkan terus memberikan kredit ke usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) karena keberadaan mereka di pelosok desa sangat banyak.
"Masih banyak UMKM di desa belum tersentuh layanan perbankan, dan BPR diharapkan memanfaatkan potensi tersebut. Pembiayaan ke sektor UMKM dirasa sangat penting karena mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi," jelasnya.
Dwi sangat berharap agar BPR dapat memanfaatkan peluang itu agar bisa masuk hingga ke pelosok desa di 15 kabupaten dan kota yang ada di Sulut. Hingga Maret 2015, kredit UMKM yang sudah disalurkan 18 BPR di Sulut sebanyak Rp681,28 miliar dengan kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) sebesar 9,18 persen.(mtn)



































