Hut Ke-17 Geronimo Mailantang Berujung Duka
Tondano,ME
Orang tua dari almarhum Geronima Mailantang tidak menyangka jika tamasya ke pantai Kawi kecamatan Kombi yang dilaksanakan oleh remaja GMIM jemaat Sentrum Liningaan akan membawa petaka bagi anaknya yang akan merayakan ulang tahun ke 17, Senin (27/5) besok.
Menurut penuturan ibunda korban, Meiske Pense, untuk merayakan HUT ke-17 putra sulungnya ia sudah belanja semua kebutuhan dapur dan telah menyebarkan undangan.
“Dia kasiang da minta pa kita dia pe HUT ke 17 bungkus jo nasi di dos kong rayakan di panti asuhan.” ujar Meiske sambil berurai air mata.
Meiske menjelaskan, Geronima adalah anak yang pendiam dan pintar, disamping itu ia juga sangat dekat dengan adiknya, tak heran disaat sedang mengikuti tamasya adiknya sering menanyakan kenapa kakak Geronima belum pulang, pertanyaan tersebut menurut Meiske sering diulangi adiknya.
“Torang nda ada firasat apa–apa waktu Jero (sapaan akrab Geronimo) da pigi tamasya, malah cuma dia pe ade yang sering–sering tanya mama kiapa kakak belum pulang so sore, “ jelasnya
Saat mendengar Jero tenggelam dan sudah dibawah ke RSUD Samratulangi, ia bersama suaminya langsung bergegas menuju ke rumah sakit, setibanya dirumah sakit ia seakan tidak percaya jika yang tergeletak kaku tersebut adalah anaknya. Melihat lambatnya pelayanan petugas medis di RSUD Samratulangi ia bersama orang tua korban yang lain berupaya untuk memberikan pertolongan dan membawa para korban ke RS Gunung Maria Tomohon dengan harapan anaknya bisa diselamatkan, namun setibanya di rumah sakit RS Gunung Maria ia baru meyakini bahwa putra sulungnya tercinta telah meninggal. Meiske mengatakan, ia bersama keluarga telah berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan yang terbaik agar anaknya bisa selamat namun tuhan berencana lain.(Joel/msg)
Foto : Korban Geronima Mailantang saat disemayamkan dirumah duka.(Foto:Joel Polutu/msg)



































