Beringin Siap Jegal Banteng


Manado, ME

Badai masih melanda internal Partai Golkar namun kekuatan untuk menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 9 Desember mendatang mulai dibangun. Di Sulawesi Utara (Sulut) energi dihimpun Golkar kubu Agung Laksono maupun kubu Aburizal Bakrie.

Meski masing-masing membuka pendaftaran calon kepala daerah namun nada optimis untuk segera menyatu digaungkankan kedua kubu. Lawan-lawan siap dijegal, termasuk kekuatan Banteng Sulut yang kini sedang tampak perkasa.

“Ini bagian dari usaha Golkar untuk menyatukan persepsi. Kalau sekarang ada perbedaan-perbedaan itu bagian dari bagaimana Golkar mau menatap masa depan yang baik. Jadi islah itu bagian yang terpenting. Artinya, Golkar ingin bersatu. Kalau ada perbedaan-perbedaan, islah itu tempat untuk menyatukan perbedaan. Mudah-mudahan proses itu bisa segera terjadi,” ungkap Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulut kubu Aburizal Bakrie, Stefanus Vreeke Runtu (SVR), menanggapi pendaftaran calon kepala daerah yang mulai dibuka Golkar kubu Agung.

Diyakininya, Golkar Sulut bisa menyatu. “Islah itu kan sampai di bawah. Jadi kita tunggu saja. Partai ini kan harus menunggu apa yang menetes dari atas. Jadi apapun yang diputuskan DPP Partai Golkar, hasil yang disepakati kedua kubu itu, harus kita hormati. Tapi, untuk sementara ini momentum itu kita ambil. Jadi saya kira, islah itu tawaran paling baik karena itu bagaimana mau menyatukan partai ini,” papar SVR yang juga Wakil Ketua DPRD Sulut.

“Kader-kader Golkar hingga kini masih sangat diperhitungkan. Jadi kalau kita menyatu, lawan-lawan harus menghitung Golkar,” jawab SVR ketika ditanya soal kekuatan Beringin Sulut dalam menghadapi kekuatan PDIP Sulut.

Penegasan yang sama dilontarkan anggota tim penjaringan Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, Walikota/Wakil Walikota Golkar kubu Ical, Victor Rompas. Menurutnya, Golkar Sulut pasti menyatu dan buat kejutan.

“Golkar optimis menang. Siap buat kejutan. Ada kader terbaik yang disipakan untuk maju. Soal hubungan dengan teman-teman di kubu Agung, kita biasa saja. Duduk bersama dan minum kopi bersama hampir setiap hari. Politik itu kan dinamis,” ungkapnya.

“Kalau Golkar bersatu, kita optimis menang. Rakyat yang memilih, publik yang menilai. Karena yang memilih bukan partai. Partai hanya menyeleksi dari kader-kader yang ada. Hasil akhir di pemilihan caleg lalu bukan jaminan. Pileg dan Pilkada itu beda. Kita pasti buat kejutan,” pungkasnya.

Nyanyian senada digaungkan Ketua Harian DPD I Partai Golkar Sulut versi Agung Laksono, Elly Engelbert Lasut. “Golkar Sulut pasti islah. Kalau pak Agung merapat ke pak Aburizal Bakrie, kita merapat. Kalau pak Aburizal merapat ke pak Agung, pasti kubu sebelah juga akan merapat dengan kita. Kalau Golkar bersatu, kita bisa kalahkan lawan-lawan, termasuk calon tangguh partai lain,“ tandasnya.

Mantan Bupati Talaud itu mengaku optimis dapat memenangkan Pilkada sekaligus mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Sulut. (rikson karundeng)



Sponsors

Sponsors