BI Perkirakan Inflasi Manado Capai 0,6%


Manado, ME

Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi Kota Manado pada Mei 2015 di kisaran 0,6 persen. Inflasi tersebut terjadi karena ada sejumlah kebutuhan pokok yang naik cukup signifikan dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

"Pada awalnya BI memperkirakan inflasi Mei 2015 hanya 0,2 persen, namun dengan adanya kenaikan cabai rawit hingga 100 persen diperkirakan (inflasi) akan sebesar 0,6 persen," ujar Asisten Direktur BI Perwakilan Sulut Ignatius Adhi, di Manado, Selasa (19/5).

Dia mengatakan, meningkatnya harga cabai rawit dari Rp25.000 per kilogram (kg) menjadi Rp48.000 per kg akan memberikan bobot yang cukup tinggi dalam inflasi Mei 2015. Hampir setiap bulan, cabai rawit terus menjadi pemicu utama inflasi ataupun deflasi di Kota Manado, sehingga BI terus berupaya mencari cara agar cabai tidak menjadi pemicu utama.

Ia mengaku bahwa semua usaha telah dilakukan, baik pencanangan Minahasa sebagai kabupaten cabai, mendorong setiap rumah tangga menanam cabai, juga saat ini BI memfasilitasi petani di Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam mengembangan cabai di daerah tersebut.

Dia menjelaskan, produksi cabai di Kepulauan Sangihe mampu mencapai lima kali lipat daripada cabai biasa. Dirinya berharap agar hasil produks cabai di daerah itu dapat meredam gejolak harga di pasaran.

Selain cabai rawit, lanjut Ignatius, inflasi pada Mei 2015 juga dipicu oleh naiknya harga elpiji tiga kilogram di tingkat konsumen atau masyarakat yang jauh di atas harga eceran tertinggi. Ignatius berharap, koordinasi dengan instansi terkait dan tim pengendali inflasi daerah dapat berjalan dengan baik, sehingga angka inflasi bisa dijaga agar tetap stabil.(mtn)



Sponsors

Sponsors