Foto: Lokasi perkantoran PT ASA di Kotabunan. (foto:Ismail batalipu)
Arsenik dan Timbal PT ASA 'Ancam' Lingkar Tambang
Bahan Kimia Teror Kotabunan
Kotabunan, ME
Setelah masuk laporan dan sementara ini dalam proses pengkajian analisis dampak lingkungan (Amdal) atas permohonan suspensi (penundaan,red) Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasional dari PT Arafura Surya Alam (ASA) yang kini beroperasi di wilayah Panang desa Kotabunan, oleh Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) 'mendapati' adanya dua unsur yang menjadi faktor utama hingga diambil langkah suspense, karena dinilai dapat membahayakan dan mengancam kesehatan masyarakat dan lingkungan.
Kepala dinas ESDM Boltim, Jamaluddin membenarkan pada saat sebelum PT ASA melakukan kegiatan penambangan ternyata dua faktor yang tidak terkaji dalam amdal itu adalah Arsenit (kandungan zat kimia,red) dan timah hitam (Timbal).
“Kedua unsur itu dinilai sudah diatas ambang batas atau tinggi (diatas baku mutu lingkungan),” terangnya kepada sejumlah wartawan. Adapun kedua unsur kimia tersebut dikatakannya jika tidak dikelola dengan baik tentunya akan sangat berbahaya karena dapat mengancam kesehatan masyarakat dan akan berimbas pada lingkungan yang ada disekitar lingkar tambang tersebut.
“Arsenik juga ada yang secara alami dan oleh karena itu pada awal merekaa ingin melakukan kegiatan kajian itulah yang terlewatkan. Namun ESDM sudah menghentikan kegiatan pengoperasiannya dan itu sudah jelas dalam surat tersebut apabila terjadi perubahan keadaan wilayah. Dimana wewenang kami hanyalah menyetujui atau tidak tentang suspensinya,” tegas Jamluddin.
Melalui juru bicara/staf eksternal PT ASA, Regi Pontoh saat dikonfirmasikan dirinya secara detail mengatakan tidak terlalu mengetahui secara persis soal keberadaan dua unsur tersebut. Namun, pihaknya juga sedang melakukan pengkajian.
“Memang kami sudah masukkan laporannya, makanya kami juga masih melakukan pengkajian. Dan untuk masalah kapan masa waktu eksplorasi, dan ekspolitasi saya belum tahu pasti karena itu dilakukan oleh tenaga teknis,” jelasnya.(Ismail batalipu)



































