Landjar 'Lecehkan' Banteng Sulut


Manado, ME

Hawa tegang kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulawesi Utara (Sulut) tiba-tiba 'meledak'. Aksi Sehan
Landjar jadi pemicu. Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) itu menyasar panitia penjaringan bakal calon Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota PDIP Sulut, Selasa (12/5).

Hendra Sampouw, tim penjaringan PDIP, salah satu yang menjadi sasaran bentakan Landjar.

“Ada yang tidak suka sama saya di tempat ini. Dari tadi memberikan pertanyaan yang menyentil saya. Maaf, saya orangnya terang-terangan,” sembur Landjar di hadapan petinggi PDIP Sulut dan tim penjaringan, sambil menunjuk-nunjuk orang yang dimaksud.

Kehadiran Landjar ke kantor PDIP Sulut dalam rangka memenuhi undangan sebagai bakal calon, akhirnya berbuah ketersinggungan para punggawa Banteng Sulut. Orang nomor 1 di Boltim tersebut dinilai melecehkan pimpinan PDIP Sulut dan panitia penjaringan.

Tindakan itu mendapat tanggapan keras dari beberapa kader PDIP. Salah satunya dari Sekretaris DPC PDIP Boltim, Hendra Sampouw. Sosok yang 'diserang' secara langsung oleh Landjar.

Menurut dia, hal tersebut menunjukan arogansi dari seorang bakal calon.

“Saya sangat kaget adanya bentakan dari pak Landajar, karena saya tidak bermaksud seperti itu,” ketusnya.

Padahal pertanyaan yang diberikan ke Sehan Landjar sama seperti yang ditanyakan ke bakal calon yang diwawancarai sebelumnya.

"Pertanyaan yang diberikan kepada Sehan Landjar adalah pertama apakah pak Sehan siap untuk diusung dari PDIP dan kedua siapkah membangun komitmen dengan PDIP yang mengusung sebagai bakal calon Bupati Boltim?" terangnya.

“Namun pertanyaan itu tidak dijawab dengan baik dan benar, malahan sangat kaget ketika tuduhan diberikan kepada saya. Apalagi tuduhan itu diberikan setelah seluruh pertanyaan selesai ditanyakan,” keluh Sampouw.

Sementara itu, Ketua DPC Boltim, Medy Lensun mengatakan, sebagai tim penjaringan dan Ketua DPC PDIP Boltim, ia sangat kaget dengan pernyataan yang diberikan Sehan Landjar pada tim penjaringan. Jawaban-jawaban yang diberikan juga tidak jelas alias bersayap.

“Jadi peluang untuk diusung PDIP pada Pilkada Boltim sangat tipis sekali. PDIP sudah memberikan kesempatan tapi peluang tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” tutur Lensun dengan nada miris.

Wakil Bupati Boltim ini berpendapat, seharusnya ada niat baik dari Landjar karena sedang bertandang ke rumah PDIP.

"Ada tata krama bertandang ke rumah PDIP. Karena yang dibentak adalah Sekretaris DPC Boltim, ini dinilai sudah melecehkan tim penjaringan serta kami (PDIP)," aku dia.

“Namun kami sangat mengucapkan banyak terima kasih kepada pak Landjar yang sudah datang memenuhi undangan di Sekretariat PDIP Sulut,” ungkapnya.

Sekretaris DPD PDIP Sulut, Franky Wongkar, membenarkan jika pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan ke Landjar merupakan pertanyaan dari tim penjaringan dan pertanyaan yang sama bagi setiap bakal calon.

Wongkar menjelaskan, PDIP mengundang dari Boltim ada enam orang tapi yang memenuhi undangan hanya lima orang yakni, Sehan Landjar, Sehan Mokoagow, Sam Sachrul Mamonto, Herry Salim Mamonto, Medy Lensun.

“Besok (hari ini) ada dari Tomohon, dimana ada Johny Runtuwene, Vonny Paat dan lainnya. Untuk Pak Jimmy Eman kami tidak mengundang sebagai bakal calon,” tegas Wongkar.

Setelah pendaftaran akan dilanjutkan dengan fit and proper test bagi bakal calon yang akan dilaksanakan di Kota Manado, dimana yang akan ikut bukan hanya dari Sulut tapi dari Maluku Utara dan Gorontalo.

“Yang akan melaksanakan tes adalah DPP (Dewan Pimpinan Pusat), juga psikotes dan wawancara akan dilaksanakan di Kota Manado,” pungkas Wongkar. (joyke watania)



Sponsors

Sponsors