Foto: Ilustrasi pelabuhan.
Pembangunan Pelabuhan Tuntung Dinilai Mubazir
Tak Ada Aktivitas
Boroko, ME
Pelabuhan Tuntung yang dibangun dengan miliaran rupiah dan berlokasi di Kecamatan Pinogaluman, hingga kini belum terlihat adanya aktivitas sebagaimana pelabuhan lainnya. Akibatnya pelabuhan yang diresmikan pada masa pemerintahan Drs Hamdan Datunsolang tersebut, dianggap mubazir.
“Meski pembangunan pelabuhan Tuntung, dananya berasal dari pemerintah pusat, namun kami sebagai warga Bolmut merasa sangat kecewa, sebab hingga kini tidak ada aktivitas sama sekali seperti pelabuhan pada umumnya, kalaupun ada kegiatan, mungkin cuma acara-acara seremonial belaka, itupun tidak setiap waktu,” terang warga sekitar Pelabuhan Tuntung.
Menanggapi hal tersebut Yambat Pontoh SE, aktivis muda Bolmut menyesalkan pembangunan pelabuhan ini. Karena dinilai tidak membawa dampak positif bagi warga terutama yang ada disekitar pelabuhan tersebut. Dirinya pun berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmut, bisa mencari cara agar pelabuhan ini tidak hanya menjadi pajangan.
“Sebaiknya dicarikan cara agar pelabuhan ini tidak mubazir, sebab pelabuhan ini merupakan asset yang bisa meningkatkan ekonomi warga Bolmut, jika hanya dibiarkan begitu saja maka yang rugi adalah daerah ini,” terang Pontoh.
Terpisah Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata, Komunikasi dan Informasi (Dishubparkominfo) Bolmut, Abdul Najarudin Maloho MSi, menjelaskan jika proses pengelolaan pelabuhan Tuntung ini sepenuhnya masih dikelolah oleh Sah Bandar Pelabuhan Bolaang Uki, sehingga Pemkab Bolmut tidak bisa mengelolanya.
“Pelabuhan ini merupakan tipe pelabuhan laut sehingga dia berada dibawah naungan sah Bandar Pelabuhan Bolaang Uki. Oleh karenanya kedepan kami akan mengusulkan agar di Bolmut bisa dibangun pelabuhan penyeberangan yang dikelola oleh Pemkab Bolmut sendiri,” terang Maloho. (nanang kasim)



































