Foto: BUPATI SANGIHE, HIRONIMUS MAKAGANSA SAAT MENJELASKAN MENGENAI RENCANA KEDEPAN DI BIDANG KELAUTAN DAN PERIKANAN KEPADA MENTERI SUSI PUDJIASTUTI.
Menteri Susi Kunjungan Perdana di Sangihe
Tahuna, ME
Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti, melakukan kunjungan ke wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe selama satu hari. Kunjungan tersebut dipusatkan di kantor Dinas PU Bidang Bina Marga Kelurahan Santiago, Kecamatan Tahuna.
Dalam kunjungannya tersebut Susi yang didampingi beberapa pejabat dari Kementrian Kelautan dan Perikanan RI serta pejabat Pemprov menyerahkan bantuan sebesar Rp92,000.595.000.
Dalam kesempatan tersebut Susi dijemput oleh Bupati Sangihe Hironimus R Makagansa bersama ketua TP PKK Sangihe Wisye Makagansa Rompis, Plt Sekda Josephus Kakondo yang datang melalui Pelabuhan Tahuna.
Kegiatan yang dilakukan Susi yakni melakukan peninjauan berbagai kepentingan pembangunan peningkatan kelautan dan perikanan yang ada di Sangihe.
Kunjungan Susi tersebut, juga dihadiri oleh Ketua DPRD Sangihe Benhur Takasiaheng serta Forkopimda Kabupaten Sangihe, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan para kelompok Nelayan.
Dalam sambutanya Susi mengatakan Sangihe tidak kalah dengan Filipina, karena potensi kelautan Sangihe lebih besar. "Nah sekarang saatnya Sangihe harus mampu mengelolah potensi Kelautan dengan baik," sentil Susi.
Sementara Bupati Sangihe, Hironimus R Makagansa menyampaikan terima kasih atas kunjungan serta perhatian Menteri susi yang sudah mengucurkan bantuan dana hampir mencapai Rp100 milliar. "Kami tentunya berterima kasih dengan bantuan ini, semoga melalui bantuan ini pengembangan potensi kelautan dan perikanan yang ada di Sangihe akan meningkat serta semakin baik," kata Makagansa.
Kunjungan Menteri Susi mendapat perhatian luas dari seluruh komponen masyarakat, sebagai buktinya di lokasi pelaksanaan kegiatan Menteri Susi ada ribuan masyarakat terkumpul.(haman palandung)
Adapun bantuan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan RI yang diberikan langsung Menteri Susi Pudjiastuti terdiri atas:
1. Pembinaan dan pengembangan kapal perikanan, alat penangkap ikan, dan pengawakan kapal perikanan Rp2,2 miliar.
2. Pengembangan pembangunan dan pengelolaan pelabuhan perikanan Rp43 miliar.
3. Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan Rp215.595.000.
4. Pengembangan produk dan usaha pengolahan hasil kelautan dan perikanan Rp1.450.000.000.
5. Pengembangan distribusi pemasaran daerah terisolir Rp2 miliar.
6. Pengemabngan usaha produk dan usaha pengolahan hasil kelautan dan perikanan Rp800.000.000.
7. Penanaman bakau/mangrove Rp3 miliar.
8. Pengembangan pakan ikan Mandiri (mesin pellet mini) Rp35 juta.
9. Pengembangan usaha penangkapan ikan dan pemberdayaan nelayan Rp300 juta.
10. Pengembangan PPK dan PPKT Rp39 milliar



































