ISPA ‘Sandera’ Warga Siau

Bahaya Muntahan Abu Vulkanik Karangetang


Siau, ME

Amukan Gunung Karangetang mulai berdampak. Material letusan abu vulkanik yang digugurkan pada erupsi ganas, kian mengkhawatirkan. Teror Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menyasar warga lumbung kenari.

Gunung Karangetang masih panas. Letusan-letusan kecil masih terpantau. Hembusan abu vulkanik membubung tinggi di langit Siau. Teranyar, ribuan warga terancam diserang ISPA. Warga panik. Pemerintah pun kerja ekstra.

"Abu vulkanik yang dikeluarkan Gunung Karangetang bisa berdampak serius bagi kesehatan warga apabila menghirupnya," terang Kadis Kesehatan, dr Ria Papalapu, Minggu (10/5).

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) membagikan masker untuk masyarakat.

"Dari pihak Dinas Kesehatan, sekitar 5 ribu masker telah dibagikan untuk masyarakat setelah adanya informasi terjadinya erupsi Gunung Karangetang yang diikuti dengan debu vulkanik," jelasnya.

Langkah cepat ini, kata dia, untuk menghindari warga Siau dari penyakit infeksi saluran pernafasan.

”Karena jika masyarakat menghirup debu vulkanik, akan berakibat fatal,” urainya.

Papalapu mengimbau masyarakat yang akan melakukan aktifitas di luar rumah untuk menggunakan masker sebagai penyaring pernapasan.

"Partikel yang ada dalam debu vulkanik memang sangat berbahaya bagi sistem pernapasan kita sehingga dapat menimbulkan gangguan pernapasan ketika terjadi dalam waktu lama dan terus menerus," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, tingginya aktivitas Gunung Karangetang memunculkan keprihatinan Bupati Sitaro Toni Supit. Kata dia, lahar panas dan semburan abu vulkanik yang dikeluarkan Gunung Karangetang harus diwaspadai masyarakat.

Menurut Bupati, Pemkab Sitaro melalui Dinas Kesehatan telah turun tangan sejak adanya peningkatan aktivitas gunung beberapa hari terakhir.

“Dinas Kesehatan telah membagikan masker untuk membantu warga yang tinggal di wilayah yang kena semburan abu vulkanik,” kata Bupati.

Dia menambahkan lewat pemerintah daerah, kecamatan, kampung dan kelurahan telah dilakukan langkah evakuasi bagi masyarakat yang bermukim di wilayah rawan luncuran lahar panas.

“Ada beberapa titik yang dijadikan lokasi evakuasi, salah satunya di pusat di Kantor Kecamatan Siau Timur,” lugas Toni, akhir pekan lalu.

Menariknya, dalam kondisi genting ini terdapat oknum-oknum masyarakat yang diduga menggunakan kesempatan dalam meraup keuntungan besar dengan menjual masker dengan harga tinggi.

"Ya, ada orang yang menjual masker dengan harga tinggi, ini kami sesalkan dan meminta Pemkab serta pihak Kepolisian untuk menindak itu," ujar sejumlah warga Ulu.

Mereka juga berharap pemerintah turun tangan dengan membagikan masker gratis kepada warga yang membutuhkan.

”Tolong hal ini diperhatikan pemerintah,” ungkap mereka.

Untuk diketahui, Api Siau julukan Gunung Karangetang menjadi gunung teraktif di dunia saat ini. Letusan Kamis pekan lalu, menyebabkan warga kelimpungan mencari keselamatan. Menelisik sejarah, imbas ‘batuk’ Karangetang tahun 1997 berujung maut. Tiga warga tewas akibat keganasan gunung ini.(haman palandung)



Sponsors

Sponsors