Butet ‘Hilang’ di Gedung Cengkeh

SVR: BK Harus Beri Peringatan


Manado, ME

Prilaku Wakil Rakyat Sulawesi Utara (Sulut) kembali dikritisi elemen masyarakat. Malas hadir di Gedung Cengkeh jadi pemantik. Sorotan tajam kali ini mengarah ke Marlina Moha Siahaan (MMS).

“Ada sejumlah anggota DPRD Sulut yang jarang masuk kantor. Belakangan yang paling parah itu Butet (panggilan akrab MMS, red). Sudah sekian waktu tak pernah kelihatan hadir di kantor dewan. Ini harus menjadi perhatian serius pimpinan dewan, terutama BK (Badan Kehormatan),” sembur aktivis pemuda Sulut, Andrey Tandiapa, Rabu (6/5).

Wakil Ketua DPRD Sulut yang juga Ketua DPD Partai Golkar Sulut, Stefanus Vreeke Runtu (SVR), ketika dimintai tanggapan, berpendapat jika tindakan tersebut harus disikapi BK DPRD Sulut.

“Kalau tidak pernah hadir, harus diberi peringatan oleh BK. Tapi kabar jelasnya bisa dicek ke pimpinan Komisi Dua atau ke Ketua Fraksi Golkar,” jelas SVR.

Sementara, Wakil Ketua Komisi IV, Noldy Lamalo, ketika dikonfirmasi mengaku jika MMS yang juga Ketua Komisi II, belakangan tidak pernah hadir di ruang komisi namun komunikasi tetap berjalan baik.

“Memang tidak ada surat resmi tapi ada koordinasi. Kami memahami  kondisi yang kini dihadapi ibu Marlina,” aku Lamalo.

“Di Komisi tidak ada masalah. Kan kalau ketua tidak hadir, tugas-tugas ketua dijalankan wakil ketua. Jadi ada petunjuk dari ibu Marlina untuk kami dalam melaksanakan tugas-tugas di komisi,” terangnya.

MMS sendiri hingga kini tak bisa dikonfirmasi wartawan terkait alasan ketidakhadirannya di Gedung Cengkeh selama beberapa waktu belakangan. Ketika dihubungi via telpon selulernya, dalam keadaan tidak aktif.

Berhembus kabar, MMS kini sedang serius menghadapi persoalan hukum yang sedang melilitnya. Informasi dari pihak Polres Bolmong, pihaknya telah melayangkan surat penahanan terhadap MMS terkait kasus TPAPD Bolmong ketika MMS masih menjabat sebagai Bupati Bolmong. (tim me)



Sponsors

Sponsors