DPRD Sulut Banjir Aspirasi
Manado, ME
Masa reses kembali dijalani 45 personil Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Utara. Dalam agenda penting yang digelar 23-30 April ini, berbagai aspirasi diserap.
Eva Sarundajang, saat mengunjungi Desa Lembean Kabupaten Minahasa Utara, mendengar berbagai keinginan masyarakat seperti, pembangunan jalan pertanian, penerangan jalan, pengembangan sektor pariwisata dan pembangunan drainase di jalan by pass.

Eva Sarundajang dan warga Lembean
Sarundajang pun mengaku sangat berterima kasih kepada masyarakat Desa Lembean yang telah menyampaikan aspirasi. “Untuk drainase yang ada di by pas itu akan saya lihat dan ditindaklanjuti di Provinsi, apakah itu masuk di anggaran APBD Perubahan. Untuk jalan pertanian saya akan mengecek apakah itu masuk di Provinsi atau Kabupaten. Nanti saya akan berkoodinasi dengan dua lembaga yang ada,” jawab politisi PDIP ini, merespon aspirasi masyarakat.

Eva Sarundajang mendengar aspirasi masyarakat
Ia juga berjanji akan berkonsultasi dengan pemerintah Provinsi untuk pengembangan Danau Depar dan soal penerangan jalan di Desa Amian Lembean. “Sektor ini (pariwisata, red) sangat penting untuk dikembangkan untuk lebih maju dan bisa menghasilkan PAD di daerah ini. Untuk seragam maengket khusus lansia, nanti saya akan bantu lansung secara pribadi,” tegasnya.
Kristovorus Decky Palinggi (KDP) yang bertatap muka dengan warga Desa Tanamon Kecamatan Sinonsayang dan Desa Sapa Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan, mendengar kerinduan warga soal pembangunan drainase penahan perahu-perahu nelayan, bantuan kelompok tani nelayan, bantuan bibit-bibit ikan, infrastruktur penunjang bagi petani dan nelayan, pembangunan TK, PAUD dan normalisasi sungai.
KDP yang didampingi staf Sekretariat DPRD Sulut, Sony Rarung, berujar terima kasih pada masyarakat Desa Tanamon yang telah meluangkan waktu untuk berkenan hadir dalam kegiatan reses di desa tersebut. “Aspirasi soal normalisasi sungai yang masih tersisa 600 meter, akan saya perjuangkan anggarannya pada APBD Perubahan,” tegas KDP.“Untuk pembangunan mesjid yang sudah masuk tahap kedua, saya berharap panitia pembangunan dapat segera membuat proposal dan masukan ke saya. Nanti akan saya perjuangan di Provinsi,” janjinya.

KDP menyerap aspirasi masyarakat Minsel
Soal pembangunan TK/PAUD, KDP meminta pemerintah setempat, Camat dan Hukum Tua untuk dapat membuat proposal. “Itu juga akan saya kawal di Provinsi,” kata KDP.
Untuk pembangunan drainase penahan perahu-perahu nelayan yang sudah rusak akibat ombak, menurut KDP ia akan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perikanan dan Kelautan, serta tim survei, apakah itu masuk pemerintah setempat atau kewenangan provinsi.
“Begitu juga dengan kelompok tani, saya berharap kelompok tani membuat proposal untuk dimasukan ke Provinsi tahun ini. Kalau tidak dapat bantuan provinsi di tahun ini, akan saya perjuangkan di perubahan nanti,” tutur KDP.

Kristovorus Decky Palinggi saat menanggapi aspirasi yang disampaikan masyarakat
Di Desa Sapa, suami Bupati Minsel itu disambut antusias oleh masyarakat. Masyarakat membludak hingga mencapai ratusan orang. “Terima kasih kepada masyarakat Desa Sapa yang telah menyampaikan aspirasi. Untuk lahan pekuburan nanti saya akan mengecek ke pemerintah setempat, dalam hal ini Bupati Minsel, untuk dapat mengusahakannya,” jelas KDP.
“Untuk petani dan nelayan, bentuk kelompok tani dan membuat proposal dan sampaikan ke saya. Nanti saya perjuangkan di anggaran perubahan agar masyarakat di sini mendapat bantuan. Soal kesejahteraan pemimpin-pemimpin agama nanti saya akan memberikan usulan ke ibu Bupati untuk dapat memperhatikan ini,” ujar politisi Golkar itu.
Di Kota Manado, Sisca Mangindaan yang mengunjungi Kelurahan Kairagi Dua Kecamatan Mapanget, mendengarkan keluhan tentang cara pengurusan BPJS yang tidak dipahami masyarakat, bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) bagi masyarakat yang dianggap tidak kena sasaran serta soal pembagian beras miskin (raskin).
Mangindaan pun mengaku sangat berterima kasih kepada masyarakat yang telah menyampikan aspirasi kepada mereka yang duduk untuk mewakili rakyat sebagai wakil rakyat.

Sisca Mangindaan di Manado
“Pengurusan BPJS hanya dengan membawah KTP bisa dilayani. Jika tidak bisa dilayani, hubungi saya. Kebetulan mereka mitra komisi kerja kami di Komisi Empat. Untuk bantuan PKH dan BLSM, saya akan cek lansung ke Dinas Sosial,” jelasnya.
“Untuk jalan tembus dari Kairagi menuju ke Politeknik, saya akan cek ke dinas PU daerah dan Provinsi apakah itu dari daerah atau Provinsi yang tangani,” sambungnya.

Warga yang hadir saat Sisca Mangindaan menggelar reses
Di hadapan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan berbagai pimpinan ormas yang hadir dalam kegiatan reses yang digelar, para wakil rakyat tersebut menegaskan akan memperjungkan aspirasi yang telah disampaikan. (*)



































