Foto: Edwin Lontoh.
Pikat PDIP, Demokrat Tawarkan Elo
Manado, ME
Target menang pada ajang pemilihan kepala daerah (Pilkada) di 7 Kabupaten/Kota dan pemilihan gubernur (Pilgub) jadi bidikan partai-patrai politik di Sulawesi Utara (Sulut). Berbagai manuver politik pun intens dimainkan guna mewujudkan target yang dipatok.
Hal itu seperti yang diperagakan Partai Demokrat. Ambisi menggapai kursi Sulut 1 dianggap kurang tepat pada momen kali ini. Namun obsesi menjadi bagian dari kemenangan dalam pertarungan nanti, tetap ada di tubuh Bintang Mercy Sulut.
Koalisi bersama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pun kini intens dijajaki. “Politik kan dinamis. Dalam artian kita melihat perkembangan ke depan seperti apa. Tapi hasil rapat DPD Demokrat Sulut memang melihat figur Olly Dondokambey itu masih sangat superior,” ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPRD Sulut, Edwin Lontoh.
“Kami berpikir untuk berkoalisi dengan PDIP. Kami menawarkan opsi tersebut. Ini semua kan kembali lagi kepada pak Olly seperti apa,” sambungnya.
Hasil rapat Partai Demokrat tersebut juga telah menetapkan Elo (sapaan akrab Edwin Lontoh, red), untuk didorong ke kursi papan dua, mendampingi Olly Dondokambey.
“Soal kita punya tawaran (ke PDIP), bisa juga seperti itu kan. Kita lihat saja perkembangannya ke depan. Hasil keputusan rapat itu, Demokrat juga mendorong Edwin Lontoh untuk menduduki papan dua mendampingin Olly Dondokambey,” terang Elo.
Pengamat politik menilai, tawaran Partai Demokrat ke PDIP sangat realistis. 6 kursi di DPRD Sulut bisa jadi jaminan untuk banteng Sulut. “Saya kira tawaran Demokrat ini menarik. Mereka kan punya 6 kursi di DPRD Sulut. Tambah sedikit saja sudah bisa mengusung. Kalau terjadi, bisa saja mereka mengganggu jalan PDIP untuk meraih kemenangan di Pilgub,” kata pengamat politik Sulut, Marino Lapian.
Figur Edwin Lontoh juga dianggap tak kalah menarik. “Edwin Lontoh mungkin belum dikenal masyarakat Sulut secara luas tapi di daerah Nusa Utara, dia jelas laku. Suara Nusa Utara itu harus diperhitungkan karena bisa saja jadi kunci bagi calon yang akan menang,” tutur Lapian menganalisa.
Namun diakuinya, kandidiat di luar PDIP akan sulit tembus dalam daftar nama calon pendamping Olly Dondokambey. “PDIP sekarang sedang berhitung jauh ke depan. Kalau bukan kader internal yang mendampingi dan ke depan Olly diterpa masalah, kursi Gubernur bisa lari ke luar. Makanya kader-kader banteng ganas menendang jika ada figur di luar partai yang diwacanakan akan mendampingi Olly,” kuncinya. (rikson karundeng)



































