Foto: Ilustrasi pemadaman listrik.
Pengamat: Pemadaman Listrik Hambat Investor Investasi
Manado, ME
Pengamat Ekonomi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Joubert Maramis, mengatakan, pemadaman listrik yang sering terjadi bisa menghambat investor masuk ke Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
"Sudah pasti investor tidak mau berinvestasi di Sulut jika pemadaman listrik sering terjadi," kata Joubert, di Manado, beberapa pekan lalu.
Joubert mengatakan, sering terjadinya pemadaman listrik juga berdampak terhadap kegiatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Bahkan, tidak hanya UMKM. Investor besar juga merasakan dampak dari pemadaman tersebut.
Satu pabrik besar, Joubert mencontohkan, minimal daya listrik terpasang sekitar lima megawatt. "Bayangkan kalau ada puluhan yang ingin masuk ke Sulut. Pasti akan kecewa dengan pemadaman listrik tersebut. Listrik adalah syarat mutlak di KEK Bitung. Jika sering terjadi pemadaman seperti ini, pasti menghambat KEK (Kawasan Ekonomi Khusus)," kata dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Jenny Karouw mengatakan, Tiongkok bakal membangun infrastruktur listrik untuk menunjang KEK Bitung guna memperlancar kawasan industri tersebut. "Rencananya pembangunan pembangkit listrik di kawasan KEK Bitung tersebut 2x150 MW," kata Jenny.
Jenny mengatakan pembangkit listrik dalam KEK Bitung tersebut akan dikelola langsung oleh badan usaha milik negara Tiongkok. Pembangkit listrik tersebut, katanya, selain untuk mensuplai di kawasan industri juga termasuk kebutuhan masyarakat Sulut nantinya.(mtn)



































