Kuota Pasokan BBM di Sulut Perlu Penambahan


Manado, ME

Sulawesi Utara (Sulut) merupakan salah satu provinsi yang masih mengalami kekurang Bahan bakar Minyak (BBM), baik premium maupun solar. Tidak hanya di wilayah kepulauan tapi juga di wilayah daratan sering terjadi kelangkaan BBM.

Untuk itu, Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Utara (Sulut), Dr Djouhari Kansil MPd, mengharapkan, pasokan Bahan bakar Minyak (BBM) di Provinsi Sulut perlu ada penambahan kuota. Harapan dari orang nomor dua di Sulut itu disampaikan saat menerima kunjungan Tim Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR) RI yang berjumlah 7 orang dipimpin Ketua Tim Dr Ir H Kardaya Warnika DEA di Aula CJ Rantung di Kantor Gubernur, Selasa (28/4).

"Lewat kunjungan Komisi VII termasuk teman–teman yang ada di Kementerian kiranya dapat membantu daerah Sulut, untuk mendapat penambahan kuota BBM dari Pertamina. Seperti Miangas dan Sitaro hingga kini belum ada SPBU, yang ada hanya di Sangihe, demikian hal dengan Kabupaten Bolsel dan Bolmut yang ada hanya di Boltim tapi hanya Premium solar belum ada," jelas Wagub.

Wagub menyebutkan, permasalahan BBM ini juga ikut dirasakan oleh para nelayan, karena belum ada SPBU.

Warnika mengakui, Sulut perlu ada penambahan penyediaan listrik serta pasokan BBM, termasuk energy terbarukan mengingat daerah ini merupakan provinsi perbatasan.

"Kami akan membantu setiap permasalahan yang ada, karena itu mitra kerja yang ikut bersama kiranya dapat mencatat masukan-masukan ini untuk ditindak lanjuti," tandas Warnika. (tim me)



Sponsors

Sponsors