Rocky dan Rita Mencuat di Boltim


Manado, ME

Suhu politik jelang pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) semakain terasa. Agenda 5 tahunan yang bakal dihelat 9 Desember mendatang itu, dipastikan panas. Kehadiran sejumlah figur potensial jadi pemicu.

Teranyar, beberapa figur legislator Sulawesi Utara (Sulut) ikut meramaikan bursa kandidat Bupati/Wakil Bupati. Nama-nama seperti Rocky Wowor dan Rita Lamusu Manoppo hangat diperbincangkan masyarakat.

Dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut tersebut dianggap berpeluang diakomodir partai tertentu untuk diusung.

“Sekarang ada nama-nama yang memang harus diperhitungkan yaitu Bupati Sehan Landjar, Wakil Bupati Medy Lensun, Ketua DPRD Boltim Sam Sachrul Mamonto, anggota DPRD Boltim Sehan Mokoagow. Tapi ada juga nama yang dianggap layak diperhitungkan seperti Rita Lamusu Manoppo dan Rocky Wowor,” nilai Usman Kolopita, Vecky Makawimbang dan Malik Mamonto, tokoh pemuda Kecamatan Kotabunan.

Pengalaman dan hasil ‘uji tanding’ di pemilihan umum calon legislatif beberapa waktu lalu bisa dijadikan alat ukur. “Waktu pilcaleg, dua figur ini mampu meraih suara signifikan di Boltim hingga mengantarkan mereka ke kursi DPRD Sulut. Itu bisa jadi gambaran seberapa besar kekuatan yang mereka miliki di Boltim,” papar mereka.

Paling tidak, kursi papan dua kans dimiliki politisi PDIP dan PKS tersebut. “Kalau mereka duduk di papan dua, bisa bahaya pasangan lainnya,” kunci mereka.

Rocky Wowor dan Rita Lamusu Manoppo sendiri, sebelumnya ketika dimintai tanggapan terkait wacana tersebut, terkesan masih enggan memberikan komentar banyak.

Pengamat sosial politik dan pemerintahan Boltim, Hendra Damopolii, menjelaskan sesuai dengan pengalaman Pilkada dan Pilcaleg yang lalu-lalu, Boltim sebagai daerah baru memang haus akan sumber daya manusia (SDM) yang benar-benar mampu membawa daerah dan masyarakat Boltim lebih baik ke depan.

“Mencuatnya nama-nama baru, itu berarti Boltim sudah dewasa dan maju. Terlebih soal pandangan politik membangun daerah. Intinya, siapapun yang menjadi kepala daerah nanti, kiranya dapat membawa dan mengawal aspirasi rakyat. Sebab, momen ini masih rakyat yang memilih. Ini warning bagi para bakal calon, karena rakyat sekarang tidak lagi seperti dulu,” ungkap Damopolii. (tim me)



Sponsors

Sponsors