Foto: Pips yang rusak akibat longsor beberapa waktu lalu.
3 Bulan Tanpa Air Bersih, Warga Tiniawangko Pertanyakan Sikap Pemkab
Sinonsayang, ME
Sudah 3 bulan pasca bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Tiniawangko Kecamatan Sinonsayang Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Akibat tanah longsor, pipa air di desa tersebut rusak. Namun sangat disayangkan, hingga saat ini pipa tersebut belum juga diperbaiki.
Meski sudah dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) namun upaya perbaikan tak kunjung datang. Warga mempertanyakan sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang terkesan cuek dengan apa yang mereka alami.
"Torang kasiang so menderita. So tiga bulan torang nda dapa air bersih. Pemerintah mungkin so nda peduli deng apa yang torang alami ini," keluh Meidy Wenas, warga Desa Tiniawangko Perum saat memberi keterangan kepada manadoexpress.co, Senin (27/4).
Dia mengungkapkan, kurang lebih 100 kepala keluarga kesulitan mendapatkan air bersih. Bahkan untuk mencuci pakaian mereka harus berjalan jauh ke sungai.
"Mo cari air for momasa kurang ja ba minta tolong pa orang laeng yang masih dapa pasokan aer. Kalo mo cuci baju torang kurang ja cuci di kuala (Sungai) Motondong," ungkap Meidy mewakili warga yang lain.
Sejauh ini dia mengatakan, untuk mengatasi persoalan tersebut warga sudah pernah ditagih uang Rp.10.000 per keluarga oleh pemerintah desa. Uang itu menurut dia akan digunakan untuk memperbaiki jaringan pipa yang rusak.
"Sebenarnya torang so pernah kumpul doi for mo beli pipa baru untuk mo beking secara swadaya. Mar sampe sekarang belum jo ada beking. Malahan sekarang torang dengar mo kumpul doi ulang," ungkapnya lagi. (jerry sumarauw)



































