Foto: Warga saat mengeluhkan jual beli lapak kepada anggota DPRD Minsel.
Warga Keluhkan Jual Beli Lapak di Pasar Berdikari Tumpaan
Tumpaan, ME
Warga Desa Tumpaan Baru, Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), mengeluhkan jual beli lapak yang terjadi di Pasar Berdikari.
Keluhan tersebut disampaikan, Sam Robot, warga Desa setempat, kepada Anggota Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minsel, Harianto Suratinoyo, saat mengelar reses di daerah pemilihan (Dapil) 5, Kamis (23/4).
"Sejak ditempati, terjadi praktek jual beli lapak di Pasar Berdikari. Pada kesempatan ini kami meminta kejelasan dari anggota DPRD terkait masalah tersebut," keluhnya disela-sela reses.
"Saya sempat menyiapkan uang untuk membeli lapak. Proses negosiasinya sudah sepakat. Namun proses negosiasinya batal. Lapak tersebut diberikan kepada orang lain dengan harga yang lebih tinggi," ungkap Robot.
Selain masalah jual beli lapak, masyarakat juga mengeluhkan infrastruktur jalan yang belum memadai di kompleks pasar. Mereka meminta DPRD dapat melihat aspirasi masyarakat yang ingin infratruktur jalan diperhatian.
"Banyak yang perlu dibenahi di Pasar ini salah satunya jalan lingkar. Kami minta pemerintah membuat jalan lingkar di kompleks pasar," pintanya.
Mantan Hukum Tua Desa Tumpaan Baru ini mengatakan, yang menjadi pemasalahan bukan hanya jalan lingkar. Menurutnya di kompleks pasar rawan terjadi pencurian karena minim penerangan.
"Saat malam suasana pasar sangat gelap karena tidak ada penerangan jalan. Kami berharap lewat reses ini, aspirasi kami bisa diperhatikan," ujarnya. (jerry sumarauw)



































