Foto: Paul Adrian Sembel.
PAS Desak Pemprov Proteksi Harga Cengkih
Jelang Panen Raya, Petani Cengkih Diminta Tahan Hasil Produksi
Tomohon, ME
Panen raya cengkih segera tiba. Bumi Nyiur melabai sebagai salah satu 'lumbung' produk emas coklat ini, diharapkan berbenah. Dalam menghadapi panen raya cengkih ini, sebaiknya para petani tidak terburu-buru untuk menjual cengkih. Apalagi yang sudah digadaikan sebelum masa panen.
"Petani harus bersabar kendati menghadapi maslah modal awal untuk biaya pra panen yakni pembuatan tangga, ongkos buruh, sampai pada proses pengeringan," kata Paul Adrian Sembel selaku Sekjen Forum Peduli Petani Cengkih Sulut.
Kata dia dipastikan pasca panen, harga cengkih akan naik sebab cengkih merupakan bahan baku utama produksi rokok kretek di Indonesia.
"Saya juga menyarankan agar para petani jika ingin menjualnya, langsung saja ke perusahan rokok seperti Gudang Garam, Sampoerna, Djarum dan Bentoel," terang Sembel.
Alasannya, harga jual pasti lebih diatas daripada harus menjualnya kepada pedagang. Untuk stabilitas harga produk unggulan masyarakat Sulut ini, sebaiknya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut melakukan intervensi, agar petani cengkih mendapatkan harga yang layak.
"Dengan harga sekarang yang berada pada kisaran Rp 118.000 hingga Rp 120.000 sangat tidak sebanding dengan ongkos produksi yang dikeluarkan petani mulai dari pemeliharaan, pemetikan sampai pada pengeringan. Pemprov harus berani mengambil terobosan agar petani cengkih merasakan keadilan soal harga cengkih sekarang. Saya merindukan sikap tegas Gubernur Sulut dulu Almarhum Willy Lasut yang mampu mensejahterakan petani cengkih Sulut," cerocosnya.
"Di era dia, cengkih dihargai Rp 18000 per kilogram disaat kurs dolar ke rupiah baru dua ratusan. Bahkan Gubernur Lasut berani mengambil kebijakan yang 'berlawanan' dengan pemerintah pusat soal harga cengkih saat itu," tegasnya.
Soal problem ongkos/biaya pemetikan dari petani sebaiknya pemerintah daerah bisa memanfaatkan perbankan khususnya Bank Sulut agar bisa mengcover kebutuhan awal petani pra panen.
"Semoga petani Cengkih Sulut dapat merasakan secara wajar hasil jerih payah mereka selama ini," tutup Sembel.(micky ratag)



































