Pedagang Ancam Petani Cengkih


Manado, ME

Petani Cengkih di Sulut gundah. Masa panen raya yang tersaji didepan mata bakal ‘digerogoti’ nyamuk ekonomi, yaitu pedagang. Ancang-ancang menurunkan harga beli mulai disosialisasikan dengan maksud agar petani langsung menjual hasil panen secepat mungkin.

Hal ini dituturkan sejumlah petani kala mencari tahu harga ditingkat pedagang dalam beberapa hari terakhir. “Torang pe maksud Cuma mo tanya harga mar dorang (pedagang) langsung bilang cepat jual jo tu cingkeh,” kata Roby Sumendap, warga Minsel.

Salah satu pedagang cengkih dan pala di kota Manado ini mengatakan alasan mereka memaksa agar petani menjual cengkih adalah turunnya harga emas coklat itu dalam dua pekan mendatang. ”Awal Mei somo turun, panen raya ini,” tiru Sumendap dari pedagang di kompleks Calaca itu.

Masyarakat petani cengkeh belum tahu apa penyebab penurunan harga cengkeh di pasaran tetapi muncul dugaan penurunan itu disebabkan minimnya persaingan di antara para pembeli, jumlah pedagang serta dugaan monopoli. Para pembeli sepakat untuk menurunkan harga cengkeh di pasaran dengan harga murah dan menjual dengan harga tinggi.

Harga cengkeh terus mengalami penurunan sejak akhir 2014. Harga cengkeh saat ini dipatok Rp 118.000/kg, padahal jauh sebelumnya harga cengkeh sekitar Rp.150.000. Sementara itu  biaya operasiponal panen terus mengalami kenaikan. “Pemerintah harus ambil sikap atas terus turunnya harga cengkeh di pasaran, sebab para pedagang pembeli Cengkih di Manado seenaknya mempermainkan nasib petani,” ujar Sumendap.(raimon sumual)



Sponsors

Sponsors