Foto: Hanny Joost Pajouw dan Kristovorus Decky Palinggi.
Duet HJP-KDP Mengencang
Beringin ‘Panaskan’ Manado
Manado, ME
Kota Manado ‘digusur’ rata Vicky Lumentut, Harley Mangindaan, Hanny Joost Pajouw (HJP) dan Andrei Angouw. Jawara dalam pesta demokrasi di ibukota provinsi Sulawesi Utara diprediksi tak akan lari dari figur-figur ini. Namun sang kampium sesungguhnya akan sangat dipengaruhi oleh sosok pendamping. ‘Penentu’ itu kebanyakan masih kabur. Hanya di bawah pohon Beringin tampak ada bayang yang mulai jelas.
Dari internal Partai Golkar, menyeruak nama HJP. Kader yang memastikan langkah untuk beradu di pemilihan kepala daerah (pilkada) Manado. Teranyar, nama Kristovorus Decky Palinggi (KDP), ikut menyeruak ke publik. Dua anggota keluarga Fraksi Partai Golkar DPRD Sulut itu diwacanakan sebagai ‘duet maut’ yang layak diusung Golkar.
“Saya tentu realistis. Kalau nama saya ada di survei, saya bersyukur,” kata KDP, Rabu (22/4).
Suami Bupati Minahasa Selatan itu menilai, masyarakat Kota Manado paling tahu siapa sosok yang mereka inginkan untuk memimpin Kota Manado ke depan.
“Kita lihat saja, kalau diinginkan tentu saya siap. Masyarakat Manado pemilih cerdas. Yang jelas, mereka mau segala sesuatu berubah. Adanya perubahan terus-menerus. Makanya visi-misi semua kandidat pasti bicara perubahan,” ujar KDP, sembari melempar senyum khasnya.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Sulut ini mengaku, bagaimanapun prosesnya, segala sesuatu ia serahkan kepada Sang Khalik. “Segala sesuatu saya serahkan ke Tuhan sambil kita berdoa. Sosialisasikan diri pasti masyarakat kenal tapi tetap harus ada tuntunan Tuhan. Puji Tuhan kalau masyarakat menginginkan,” pungkasnya.
Sebelumnya, KDP sendiri dengan tegas telah menyatakan siap mendampingi HJP. Sementara, HJP sendiri mengaku sangat terbuka jika hendak dipasangkan dengan KDP.
“Itu spontanitas dari Bupati Minsel waktu rapat di Amurang baru-baru ini. Secara personal memang belum ada komunikasi dengan KDP tapi kalau memungkinkan kenapa tidak,” tegas wakil rakyat Sulut dari daerah pemilihan Manado baru-baru ini.
“Kalau memang diinginkan, sampaikan ke KDP sosialisasi saja,” celetuk HJP.
Diketahui, Rabu (15/4), Beringin Sulut versi Musyawarah Nasional (Munas) Bali mengelar pertemuan di salah satu restoran yang ada di Minahasa Selatan. Pertemuan ini merupakan lanjutan dari rapat pemantapan yang digelar di salah satu restoran di Tondano Sabtu akhir pekan sebelumnya.
Kader dan pimpinan Golkar di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Sulut dan DPD II di 7 Kabupaten/Kota, hadir dalam rapat yang dipimpin Ketua DPD I Golkar Sulut versi Aburizal Bakrie, Stefanus Vreeke Runtu (SVR).
Hal menarik terkuak dalam pertemuan ini, Golkar mantapkan HJP untuk bertarung di pilkada Manado. Sementara, nama KDP muncul sebagai pendamping HJP.
Sejumlah kader Beringin yang hadir mengungkapkan, konstelasi politik di Manado yang semakin panas jelas akan membuat pertarungan nanti semakin ketat. Namun kekuatan akan disatukan untuk memenangkan pasangan HJP-KDP.
“Golkar akan menyatu untuk memenangkan kedua kader ini dalam Pemilukada,” tegas mereka.
SVR sendiri menegaskan jika Golkar siap memenangkan Pilkada di Sulut, termasuk di Kota Manado.
“Pertemuan ini membicarakan hasil dari pertemuan yang lalu untuk ditindaklanjuti. Ini untuk menguatkan Golkar dalam menghadapi pilkda di semua Kabupaten dan Kota di Sulut,” jelas SVR.
Sementara, sejumlah kalangan menilai, jika HJP-KDP diduetkan pasti bisa menjadi pasangan yang tangguh bagi lawan-lawannya di pilkada Manado nanti. “Manado butuh figur pemimpin muda yang cerdas hingga bisa kreatif dan inovatif untuk membangun Kota Manado. Sosok HJP-KDP tentu bisa menjawab itu,” kata Karls Pesik, tokoh mahasiswa Unsrat asal Malalayang.
“HJP dan KDP basis massanya dan ‘amunisi’ penunjang mereka jelas. Sudah dikenal masyarakat Kota Manado. Kalau mereka diusung Golkar yang memang sangat berpengalaman soal strategi, mereka kans menang,” tutur Fery Mandang, alumnus FISIP Unsrat yang juga dikenal sebagai tokoh pemuda gereja.
Diakuinya, arus dukungan dipastikan akan sangat signifikan mengarah ke pasangan tersebut jika Golkar menduetkannya. “Golkar punya banyak kader tapi HJP dan KDP itu pas. Orang muda seperti kami jelas menyukai mereka. Mereka punya peluang menang,” lugas Mandang. (rikson karundeng)



































