Pemkab Minsel dan Mitra Sepakat Tolak Terorisme dan ISIS
Amurang, ME
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Selatan (Minsel), Pemkab Minahasa Tenggara (Mitra) dan Kepolisian Resort (Polres) Minsel melaksanakan Deklarasi penolakan terhadap terorisme dan paham ISIS.
Kegiatan yang dilaksanakan di halaman Polres Minsel ini dihadiri Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu, Wakil Bupati Mitra Ronald Kandoli, Forkopimda, para Camat, Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Tokoh Masyarakat.
Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu mengatakan di era globalisasi, masyarakat patut waspada karena saat ini banyak bermunculan organisasi separatis yang bertolak belakang dengan kesatuan NKRI.
Hal ini disampaikan Paruntu saat menjadi Inspektur Upacara apel Ormas dan komponen masyarakat Kabuapaten Minsel dan Kabupaten Mitra dalam rangka menolak Terorisme, ISIS serta mendukung program Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) 'Brenti Jo Bagate'
"Kehadiran terorisme dan paham ISIS sangat meresahkan masyarakat. Untuk itu perlu kerjasama antara seluruh elemen masyarakat agar menolak kehadiran terorisme dan ISIS yang menyebarkan paham radikal ini," ujar Tetty sapaan akrab bupati saat memberi sambutan, Rabu (22/4).
Dia berharap masyarakat senantiasa membantu Pemerintah dalam memerangi keberadaan terosisme dan ISIS. Kerja sama masyarakat dalam menyampaikan keberadaan ISIS sagat perlu. Hal ini agar dapat tercipta suasana keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Minsel.
"Keberadaan ISIS ini bertentangan dengan ideologi Pancasila. Oleh karena itu mari kita sama-sama menyeruhkan dan menolak paham dan segala bentuk yang berkaitan deng ISIS," harapnya.
"Momen yang baik ini saya mengajak seluruh elemen pemerintah TNI, Polri, segenap tokoh masyarakat, tokoh agama dan seluruh masyarakat untuk bergandengan tangan meninggkatkan ketakwaan agar tidak terpengaruh dengan ajakan separatisme," sambung Tetty.
Selanjutnya dalam kaitan dengan program Kapolda Sulut 'Brenti Jo Bagate' dia mengajak masyarakat Minsel agar mendukung upaya ini. Hal ini dimaksud agar terciptanya suasana di daerah yang aman dan tenteram.
"Mari kita dukung program karena ini merupakan program inovatif dalam mencegah terjadinya kriminal yang merugikan diri sendiri maupun sesama," ajaknya.
"Dengan program 'Brenti Jo Bagate' kita lebih sehat secara fisik maupun cara berpikir dan cara bertindak. Mari kita berkomitmen untuk kemajuan daerah kita bersama," tambah Tetty.
Deklarasi ini ditandai dengan penandatanganan penolakan terhadap terorisme dan ISIS oleh unsur Forkopimda. Selanjutnya dilanjutkan dengan pelepasan burung merpati sebagai tanda perdamaian. (jerry sumarauw)



































