Foto: HJP. (Foto: Ist)
Kader Golkar Pilih Jalur Independen
‘Menanti di Persimpangan Tak Pasti’
Manado, ME
Badai ‘galau’ kini menerpa sejumlah kader Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut). Ketegangan internal yang terus mendera hingga kepastian hukum yang ‘kabur’ membuat persiapan menyambut pemilihan kepala daerah (pilkada) ikut terganggu. Mimpi buruk terbersit, Beringin kans tidak diizinkan penyelenggara pesta demokrasi untuk mengusung calon kepala daerah. Tak ingin ketinggalan pesta, jalur independen pun jadi alternatif.
Kabut kelam yang kini mengawani partai Golkar tak luput dari Hanny Joost Pajouw (HJP). Kader partai Golkar itu pun mendendangkan lagu rindu, Beringin tetap akan menjadi peneduh bagi langkahnya menuju Manado 1.
“Saya masih tetap berharap akan diakomodir melalui Golkar. Sesuai juklak, memang pertama harus kader partai. HJP kan kader partai. Kemudian pengalaman. Yang ketiga, logistik, kemampuan keuangan. Tentu dalam hal ini saya siap sesuai dengan juklak,” ujar HJP.
“Nanti torang mo lia no nanti. Kalau Golkar tidak menerima saya, apa boleh buat. Tentu torang akan cari jalan keselamatan masing-masing,” sambungnya.
HJP dipastikan tetap menjadi pilihan terbaik bagi Partai Golkar untuk didorong dalam pilkada 9 Desember nanti. Nada optimis itu ditegaskan anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Sulut itu.
“Sejauh ini kalu mo melihat potensi dan peluang, memang baru HJP. Sebenarnya kader Golkar ada banyak tapi kalau mau melihat hasil survei terakhir, untuk kader Golkar HJP paling di atas,” ungkapnya.
Dirinya memastikan, tidak akan melepaskan kesempatan kali ini. Langkah pasti tetap akan diayun untuk menuju medan laga.
“Dalam keadaan Golkar yang hingga kini belum ada kepastian, kita juga terganggu. Tapi peluang ini tidak akan datang dua kali. Setelah lewat masa pencalonan, tentui harus menunggu 5 tahun lagi. Jadi langkah-langkah strategis harus dilakukan. Apalagi dengan melihat kondisi kini,” kata HJP dengan nada lirih.
“Paling tidak kader Golkar masih berharap Golkar bisa mencalonkan. Tapi kalau tidak, kami percaya masing-masing kader sudah punya plan B. Entah independen atau koalisi partai,” tandasnya.
Diakuinya, Golkar selama ini punya komunikasi baik dengan Koalisi Merah Putih (KMP) jadi langkah awal bisa mendekati KMP. Selanjutnya ke partai-partai lain di luar KMP.
“Tapi kalau pun tidak, saya siap independen,” lugasnya.
Menurutnya, jalur independen tetap bisa jadi jembatan lebar baginya untuk meraih kemenangan dalam pertarungan nanti.
“Kita siap dengan independen karena paling tidak dengan kekuatan tim yang ada sekarang. Karena tim yang ada waktu pileg lalu masih terkoordinir. Saya punya 970 orang karena 1 orang 1 TPS. Kemudian ada 87 orang di tingkat Kelurahan dan 11 orang di tingkat Kecamatan. Jadi tim kami yang kini siap lebih 1000 orang. Itu belum bergerak karena baru dalam tahap konsolidasi,” beber HJP.
Pengusaha muda Sulut ini memastikan, saat pintu pendaftaran bakal calon Walikota dibuka, HJP pasti akan memasuki jalan itu.
“Kalau kendaraan sudah fix, pasangan ok, tidak akan menunggu lama saya akan langsung mendaftar,” pungkasnya. (rikson karundeng)



































