Foto: Medy Lensun.
Koalisi ‘Raksasa’ Ancam Petahana
Manado, ME
Wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) diperkirakan bakal menjadi salah satu daerah terpanas dalam pertarungan pemilihan kepala daerah (pilkada) 9 Desember mendatang. Nama Sehan Landjar dan Medy Lensun dipastikan tetap akan menjadi petarung di medan laga nanti. Bahkan akan sulit diredam oleh kekuatan lain.
Sejumlah pengamat politik menilai, langkah Sehan Landjar, sang petahana yang diunggulkan tetap tak akan berjalan mulus jika salah melangkah dalam tahapan penjaringan bakal calon.
“Bupati Landjar hampir pasti akan maju lewat jalur independen. Ini jelas didorong kepercayaan diri yang tinggi. Namun bisa saja itu menjadi langkah yang salah. Sebab kekuatan partai plus figur internalnya yang tak kalah saing harus tetap diperhitungkan. Apalagi kalau mereka bersatu,” nilai pengamat politik, Martino Lapian, Selasa (21/4).
Koalisi partai-partai besar dipastikan akan menjadi ancaman serius bagi Landjar. “PDIP harus diperhitungkan sebagai lawan besar karena ambisi dan amunisi mereka besar. PDIP kini dalam performa terbaik untuk menjungkalkan setiap lawan. PAN kini kekuatan besar di wilayah BMR (Bolaang Mongondow Raya). Golkar punya pengalaman dan tentu ambisi serta amunisi yang tak kalah dengan PDIP,” ulasnya.
“Kalau PDIP, PAN dan Golkar menyatu di Boltim, ini tanda awas bagi kandidat lain, termasuk Sehan Landjar. 4 Oktober Sehan dan Medy sudah selesai. Setelah itu, mereka bukan siapa-siapa. Saat itu Pjs akan masuk. Konstelasi kekuatan jelas akan berubah ketika itu,” tandasnya.
Wacana ‘perkawinan’ PDIP, PAN dan Golkar ternyata kans terjadi di Boltim. Hal itu diakui para pemegang ‘mapatu’ di partai tersebut.
“Golkar dengan PAN sudah ada komunikasi,” ungkap Ketua DPC PDIP Boltim, Medy Lensun.
Ditanya soal wacana untuk menduetkan dirinya bersama jagoan PAN, Sam Sachrul Mamonto, Lensun tak menampiknya.
“Saya dengan Alul (sapaan akrab Sam Sachrul Mamonto, Ketua DPRD Boltim) selama ini so komunikasi bagus dan dia bilang dia sangat siap. Torang belum bahas papan satu atau papan dua. Ini kan belum final karena masih dalam penjajakan karena Golkar juga sudah menyatakan siap bersama PDIP,” beber Wakil Bupati Boltim itu.
“Kemarin Golkar menelepon dan menyatakan dia siap. Tapi Sehan (Landjar, red) juga masih berpeluang untuk diakomodir (PDIP). PDIP pasti mengusung saya. Soal papan satu atau papan dua itu nanti urusan belakangan,” aku Lensun.
Dijelaskannya, tahapan internal PDIP nanti akan bergulir bulan depan. “PDIP akan bikin penjaringan. Siapapun yang akan mencalonkan via PDIP, silahkan. Torang terbuka. Jadi setelah mendaftar, diverifikasi berkas, mengikuti FPT (fit and proper test) dan beberapa poin yang bisa dipertimbangkan yaitu komitmen, kontribusi terhadap partai,” jelasnya.
“Golkar, PAN dan PDIP berpeluang berkoalisi. Nasdem juga bisa. Kita tinggal lihat, PDIP, Nasdem dengan Golkar atau PDIP, Nasdem dengan PAN. Konfigurasi ini yang akan mengerucut bulan depan,” pungkasnya.
Peluang menyatunya PDIP bersama Golkar di pilkada Boltim, ikut diakui tokoh Golkar tanah Totabuan, Hj Djelantik Mokodompit. Ia bahkan menegaskan jika dirinya bisa ikut mendukung secara langsung Medy Lensun untuk bertarung di pilkada Boltim.
“Sukses pembangunan di Boltim kan tidak hanya dipimpin satu orang. Keberhasilan itu keberhasilan bersama. Jadi kalau Sehan dianggap sukses, Medy juga,” nilai Mokodompit.
“Masyarakat Boltim harus tahu memilih. Sebab daerah baru. Kalau cuma 5 tahun, nyanda selesai seluruh program. Harus dilanjutkan. Melanjutkan tinggal mana-mana. Boleh sama-sama, boleh sandiri-sandiri. Dua-dua ada peluang,” kata Ketua DPD II Partai Golkar Kotamobagu itu.
“Kalau koalisi PDIP-Golkar saya melihat ada peluang besar. Torang Golkar bisa lebih dorong lagi. Secara pribadi Medy Lensun saya dorong. Saya kenal secara pribadi beliau. Kita biar orang KK (Kotamobagu) tapi kalau Medy pangge ke Boltim, orang Boltim masih mo dengar apa yang kita bilang,” seloroh mantan anggota DPR RI tersebut.
Sementara itu, salah seorang pimpinan PAN Boltim juga mengakui jika peluang PDIP bersama PAN terbuka lebar. PAN dipastikan akan mendorong Sam Sachrul Mamonto untuk dipasangkan dengan jagoan PDIP, Medy Lensun.
“Komunikasi dengan PDIP sudah dilakukan. Kita sudah lihat, Alul dengan Medy bisa berpasangan. Sangat mungkin terjadi. Kita tinggal mematangkan komunikasi. Kalau itu terjadi, kami optimis bisa meraih kemenangan,” ujar politisi PAN yang juga legislator Boltim. (rikson karundeng)



































