Sekda: Lapangan Kerja Akan Terbuka Luas

Warga Lalow Terima Pembangunan Bandara


Lolak, ME

Permasalah mengenai penolakan warga dalam pembangunan Bandara di Desa Lalow, tampaknya sudah mulai dipikirkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong).

Sekretaris Daerah (Sekda) Bolmong, Drs Hi Farid Asimin MAP mengatakan, Pemkab telah memikirkan jalan keluar dari apa yang menjadi kekhawatiran warga Desa Lalow atas pembangunan bandara.

“Pembangunan bandara itu, multi manfaat dan lapangan pekerjaan untuk warga juga akan terbuka sangat luas, bahkan bagi warga Bolmong Raya,” tutur Asimin.

Untuk itu, kekhawatiran masyarakat Lalow, jika lahan penyambung nafkah mereka akan hilang, itu tidak mungkin.

“Pastinya tidak ada yang namanya akan kehilangan penghasilan jika bandara ada. Tapi justru hal ini akan berdampak positif pada semua sektor usaha. Masyarakat Lalow tentunya akan diprioritaskan jika Bandara telah jadi,” tambahnya.

Kesadaran warga tentang dampak positif dalam pembangunan Bandara pun, mulai kelihatan. Seperti yang dikatakan, Kepala Desa Lalow, Stenly Kastilong, bahwa warganya sampai saat ini menerima pembangunan bandara. Stenly juga membantah adanya isu penolakan bandara oleh warga Lalow.

“Apa yang sempat dihembuskan oleh beberapa warga saya tersebut, sebetulnya hanya sebagai ungkapan ke khawatiran saja, jika saat pembangunan Bandara nanti sudah mulai jalan, maka mereka akan kehilangan mata pencarian. Sebab mayoritas warganya adalah petani,” kata Stenly.

Dirinya menuturkan, lahan yang nantinya akan dibangun Bandara, merupakan tanah milik Pemkab Bolmong, yang dikelolah oleh PD Gadasera. Namun ada sejumlah titik di lahan itu yang telah dikelolah oleh warga sebagai lahan pertanian.

“Sejak menempati lokasi perkebunan tersebut, warga saya juga paham kalau memang lahan itu adalah milik negara. Namun harapan saya agar warga saya ini sebentar nanti dapat difasilitasi, entah di relokasi ke lahan yang lain,” harap Stenly.

Stenly yang merasa bertanggung jawab terhadap nasib warganya, meminta agar ada jaminan dari Pemkab Bolmong, jika nantinya bandara dibangun.

“Kalaupun tidak ada tempat untuk relokasi, dan memang warga tersebut minat beralih profesi diusaha yang lain, maka diharapkan supaya pemerintah dapat memperioritaskan warga Lalow, yang nantinya akan kehilangan lahan untuk mencari nafkah,” pintanya. (endar yahya)



Sponsors

Sponsors