Lumentut Ajak Orang Muda Bertani


Manado, ME

Hamparan luas lahan di wilayah Nyiur Melambai merupakan potensi yang luar biasa bagi pengembangan pertanian. Sayang, potensi tersebut tak bisa dimaksimalkan. Orang-orang muda cenderung mulai ‘menjauhi’ wilayah pertanian. Padahal daerah garapan itu sangat menjanjikan bagi peningkatan kesejahteraan.

Pendapat itu dilontarkan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), Wenny Lumentut. Menurutnya, persoalan tersebut bisa diatasi dengan merobah mindset (pola pikir yang mempengaruhi polah kerja) masyarakat.

“Masyarakat petani yang ada di Sulut, sebagian mindsetnya harus dirobah. Banyak yang bertani itu so tinggal orang-orang tua. Yang muda-muda so nimau bakobong. So bingo bapolitik, baojek. Padahal, kalau bertani dengan betul pasti akan berhasil,” kata Lumentut.

Ia mencontohkan, komoditas cengkeh yang sangat menjanjikan. Jika potensi itu dilirik, pasti akan mendorong kesejahteraan masyarakat.

“Contoh, salah satu komoditas cengkeh. Itu sampai 15 tahun ke depan harganya akan bertengger di atas HPP (harga pokok produksi). Berarti di sini ada margin. Kalau torang tambah-kurang berarti untung,” jelas politisi partai Gerindra yang dikenal sangat paham dengan persoalan cengkeh itu.

Melihat fakta dan analisa tersebut, Lumentut memastikan jika lahan pertanian sangat menjanjikan bagi masa depan masyarakat Sulut.

“Itu salah satu sektor komoditas pertanian. Ada lagi komoditas-komoditas lain yang menguntungkan. Jadi sebenarnya dengan bertani masyarakat pasti akan menikmati keuntungan, kesejahteraan,” tandasnya.

“Karena apa, contoh produksi dan konsumsi cengkeh sekarang, posisinya masih sebanding, artinya harga masih akan terus berada di atas harga pokok produksi. Makanya, saya mengajak warga Sulut, termasuk generasi muda untuk bisa merobah mindset dan olah lahan pertanian kita,” pungkasnya. (rikson karundeng)



Sponsors

Sponsors