Pembangunan Bandara Miangas Ancam Mata Pencarian Warga


Melonguane, ME

Adanya pembangunan bandara di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud bakal mengancam warga setempat kehilangan mata pencaharian. Pasalnya, pulau terluar Indonesia bagian Utara yang memiliki luas sekitar 3,15 km² itu, separuhnya adalah tanaman pohon kelapa yang merupakan sumber mata pencaharian warga dari hasil pertanian yang sekarang ini dibangun bandara.

Hal ini dibenarkan Camat Miangas, Steven Maarisit kepada wartawan belum lama ini. Menurut Maarisit, berdasarkan data yang dimiliki pihak kecamatan, bahwa pendapatan perkapita penduduk Miangas dengan jumlah 764 jiwa itu hanya Rp 500 ribu.

“Itupun didapatkan dari hasil pertanian perkebunan kelapa. Sehingga dengan adanya pembangunan bandara tersebut, maka warga seluruh perkebunan kelapa milik warga akan hilang,” ungkap Maarisit.

Namun, lanjut Camat, sesungguhnya pihaknya sebagai pemerintah kecamatan sangat mendukung upaya dari pemerintah daerah untuk membuat bandara di pulau Miangas. Tapi pemerintah juga harus memberi perhatian khusus mengenai nasib warga Miangas yang akan kehilangan lahan pertaniannnya.

“Karena begitu pembangunan bandara Miangas selasai dibangun, otomatis warga akan kehilangan mata pencahariannya, lalu bagaimana nasib warga Miangas yang selama ini sebagai penjaga tapal batas NKRI. Untuk itu harus ada perhatian khusus dari pemerintah, baik dari Pemprov maupun pemerintah pusat,” pungkasnya.(jos tumimbang)



Sponsors

Sponsors