Eman Gagas 'Perlawanan' Terhadap Aksi Terorisme
Muspida Kompak 'Tendang' ISIS di Tomohon
Tomohon, ME
Potensi masuknya ISIS di Kota Tomohon dinilai terbuka lebar. Alasannya, Tomohon menjadi poros perlintasan yang menghubungkan beberapa daerah di Bumi Nyiur Melambai. Aksi penolakan terhadap gerakan radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), terus dilakukan. Kelompok garis keras yang mengusung interpretasi yang keras pada Islam dan kekerasan brutal ini, ditolak kehadirannya di Kota Tomohon.
Dukungan penolakkan terhadap paham ISIS dan organisasi yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, diwujudnyatakan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Tomohon, tokoh agama, tokoh masyarakat serta pelajar, dalam bentuk apel bersama bertajuk menolak terorisme, ISIS dan mendukung program brenti jo bagate. Kegiatan ini digelar di halaman Polres Tomohon, Senin (20/4).
Kapolres Tomohon AKBP Monang Simanjuntak SIK, selaku pembina apel mengatakan, kegiatan ini mempunyai nilai yang sangat strategis yang mempunyai tujuan menolak terorisme dan gerakan ISIS masuk di Tomohon. Dikatakannnya, ISIS bukanlah ajaran agama tetapi sesuatu ajaran yang bertentangan dengan Pancasila dan merupakan paham radikal. Oleh karena itu, kata dia, ISIS tidak boleh berkembang di Indonesia terlebih di Kota Tomohon.
“Kami berharap masyarakat Tomohon tidak terpengaruh dengan ajaran tersebut,” tegas Simanjuntak.
Hal senada dikatakan Walikota Tomohon Jimmy F Eman, SE Ak. Pada dasarnya, kata dia, pandangan-pandangan serta sifat radikalisme harus ditolak pemberlakuannya di Kota Tomohon. Karena hal itu akan merusak akan persatuan dan kesatuan masyarakat di Indonesia khususnya di Tomohon.
Ditambahkannya dalam rangkaian menjaga keamanan dan ketertiban bersama, Pemkot bersama jajaran Polres serta jajaran TNI, sekaligus juga para perangkat kelurahan agar tetap selalu memantau para tamu, pengunjung yang datang di Tomohon didalamnya harus tetap memberlakukan wajib lapor selama 24 jam. “Apabila didapati seseorang yang identitasnya tidak jelas, harus ditindaklanjuti melalui pencegahan-pencegahan dengan berkoordinasi bersama pihak polres,” harapnya.
“Selajutnya jika masyarakat melihat ada hal-hal yang mencurigakan, atau ketika ada tamu yang mencurigakan dan tidak melaporkan diri disuatu lingkungan harus dilaporkan kepada pihak pemerintah kelurahan ataupun pihak Kepolisian,” tutupnya. Dalam kesempatan itu, juga dilakukan penandatanganan ikrar penolakan terorisme, ISIS dan mendukung akan program brenti jo bagate.(tim me)



































