Teater Fiadolorosa Merinding, JWS Puji Pemeran Yesus


Tondano, ME

Lapangan Sam Ratulangi 'banjir' umat. Setiap mata terpaku menghayati babak demi babak sebuah pementasan teater bertemakan 'Fiadolorosa'. Cerita beralur jalan derita Kristus sampai kematian di kayu salib, mampu 'menghipnotis' khalayak ramai.

"Teater yang dipentaskan ini mempunyai tema Fiadolorosa. Jadi bercerita tentang penderitaan Yesus sampai ia mati," jelas Ferdinand Lontoh, salah satu pengatur pementasan teater.

Gerak mimik figur bercampur alunan musik soundtrack serta permainan lampu sorot, membuat tubuh rasa merinding. "Awww...". Demikian teriak penonton beriringan cambuk yang bersarang di tubuh tokoh Yesus. Lirih. Tak kuasa beberapa pemeran wanita ikut benar-benar terlena dalam linangan air mata. Nuansa itu membawa pengorbanan Kristus terlihat lebih nyata.

Hingga selesai, teater musical yang melibatkan pemeran muda dari Manado dan Tondano ini, terus mengundang setiap mata 'berkaca-kaca'. Gambaran kisah pengorbanan Yesus di jalan sengsara, diperlihatkan dalam teater secara cermat oleh pemainnya.

Tepuk tangan yang diekspresikan para penonton menunjukkan rasa puas dan tergugahnya melihat penampilan sandiwara itu. Ungkapan terima kasih juga terlontar dari mulut Ketua Panitia Pnt Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, atas pementasan yang luar biasa telah disajikan tiap tokoh. Terlebih model Yesus yang diperankan oleh Febri Pablo Kategu menuai pujian Bupati Minahasa ini.

"Terima Kasih untuk semua pemeran teataer yang sudah menampilkan yang terbaik. Lebih khususnya untuk pemeran Yesus, terima kasih," ujar Sajow. (arfin tompodung)



Sponsors

Sponsors