Kopra tak Mampu Lagi Sejahterakan Petani Minsel


Amurang, ME

Selawesi Utara (Sulut) terkenal sebagai Provinsi Nyiur Melambai. Satu didalamnya adalah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Namun saat kini tidak mampu lagi mensejahterakan petaninya. Pasalnya hingga April 2015 ini harga kopra hanya di kisaran Rp6.600/kg.

"Harga kopra di sentra perdagangan Kota Manado dan sekitarnya masih berada dikisaran Rp6.600/kg  atau Rp660 ribu per kuintal (100 Kg), dan dirasa masih sangat rendah," kata Petrus Langi, petani kelapa asal kabupaten Minsel.

Dia mengatakan besaran harga kopra tersebut, tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan termasuk biaya olah kebun, yang cenderung meningkat.
Harga kopra sebaiknya seperti beberapa waktu laluberada dikisaran Rp10 ribu hingga Rp15 ribu/kg.

"Dengan besaran tersebut bisa menutupi pengeluaran atau biaya yang dikeluarkan petani dalam mengurus dan mengelola perkebunan kelapa, hingga mengolahnya menjadi kopra," katanya.

Dikatakannya lagi, dengan harga kopra yang saat ini anjlok, akan berimbas pada meruginya para petani.

"Mengingat kopra sebagai komoditas unggulan Sulut, maka bisa dipastikan akan banyak masyarakat petani yang merugi karena anjloknya harga kopra," ujarnya.

Sehingga diapun menyarankan agar pemerintah dapat secepatnya mengambil tindakan atau kebijakan.

"Ada kebijakan yang harus diambil pemerintah untuk mengatasi persoalan ini, diantaranya kebijakan jangka pendek dan jangka panjang, termasuk mengantisipasi agar tidak terjadinya monopoli pasar atas harga kopra ini," harapnya. (revel maliangkay)



Sponsors

Sponsors