Angin Puting Beliung Porak-porandakan Desa Dumoga


Lolak, ME

Apes memang nasib Rudi Kaebadan, warga Desa Dumoga Dua, Kecamatan Dumoga Timur, pada Selasa (14/4) lalu. Rumah kesayangannya rusak parah diterjang bencana alam puting beliung, yang menerjang desanya. Bahkan dinding rumah yang terbuat dari kayu itu terlepas dari tempatnya.

Beruntung dalam kejadian itu, tidak ada korban jiwa. Rudi pun menceritakan awal bencana alam tersebut. Saat tengah santai bersama keluarganya diwaktu hujan masih gerimis, tiba-tiba Rudi mendengar atap rumahnya bergetaran. Seketika itu juga, terjadi goncangan hebat pada bangunann rumahnya.

“Saya langsung menyuruh empat anak saya termasuk menantu untuk keluar rumah,” kata Rudi dengan mata yang berkaca-kaca.

Dia kemudian merangkul tiga anaknya untuk secepatnya keluar ke halaman rumah. Sementara istrinya, membantu menantunya yang saat itu memiliki balita 8 bulan untuk cepat-cepat meninggalkan rumah. Saat sudah berada di halaman rumah, dia melihat atap dan dinding rumahnya terbang dibawa angin.

“Rangka bangunannya juga nampak mulai terangkat dan sudah mencapai tinggil 50 Cm. Sayang langsung berteriak (Tuhan) jangan dulu angka kasiang,” teriaknya menurikan perkataannya saat kejadian.

Setelah itu, bangunannyapun jatuh kembali. Namun barang-barang yang berada di dalam rumah sudah tidak beraturan akibat diporak poranda oleh angin putting beliung. Rumahnya sudah tidak bisa ditinggali. Dia dan keluarganya terpaksa menginap rumah kerabatnya yang berada di samping rumahnya.
Keluarga Rudi merupakan salah satu korban dari 7 kepala keluarga yang tertimpa bencana putting beliung ini. Data dari Bandan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong, tercatat 3 rumah diantaranya yang rusak berat. 1 rumah yang ratah tanah.

Sampai Rabu (15/04) pagi kemarin, belum ada bantuan dari Pemkab Bolmong. Namun BPBD Bolmong nampak sudah berada di lokasi kejadian. Rudi mengaku tidak berharap lebih bantuan dari pemerintah daerah.

“Kalau memang ada bantuan akan kami terima. Namun jika tidak ada tidak apa-apa,” kata Rudi yang nampak berusaha tergar.

Dari di lapangan, BPBD Bolmong mulai mendata keluarga yang tertimpa bencana. Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Darurat Bencana BPBD Suhendra Hamin, mengatakan pemerintah daerah akan secepatnya menyalurkan bantuan. Adapun, bantuan yang akan segera disalurkan 15 buah terpal, 7 buah selimut, tikar, peralatan dapur, dan bahan makanan.(endar yahya)



Sponsors

Sponsors