Tender Proyek Mulai, Masyarakat Harus Awasi Proyek Fiktif


Siau, ME

Pembangunan di Kabupaten Sitaro kini mulai geliat kembali. Pemerintah memulai proses tender proyek di daerah, baik proyek fisik maupun non fisik seperti jasa konsultan. Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2015 memplot Rp252 Miliar untuk infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.

Diketahui, sejumlah proyek telah selesai ditender dan telah memasuki tahap pengerjaan oleh sejumlah pemenang tender. Sementara sebagian proyek yang masih dalam proses lelang di LPSE Kabupaten Sitaro.

Masyarakat pun diimbau untuk bisa mengikuti setiap perkembangan di daerah sebagai fungsi kontrol atau peran masyarakat dalam pembangunan daerah.

"Masyarakat harus ikut mengawasi semua proyek infrastruktur di Sitaro karena ini bagian dari kepentingan masyarakat juga. Terus lakukan pemantauan, pengawasan, setiap perkembangan yang terjadi di daerah jangan sampai ada penyimpangan," ujar tokoh muda Sitaro, Mister Gideon Maru SH MHum.

Ditegaskan Maru, melihat dari banyaknya proyek terutama proyek fisik yang ternyata terdapat berbagai macam penyimpangan dan mengakibatkan kerugian negara yang sudah dilaporkan ke penegak hukum harus menjadi cerminan pengawasan itu.

Diketahui, dari hasil pemeriksaan BPK beberapa tahun lalu, ternyata di Sitaro terdapat sejumlah proyek fiktif seperti halnya proyek jaring apung dan benih ikan di Dinas Perikanan Sitaro pada masa kepemimpinan Kepala Dinas DR Medy Ompi dan proyek-proyek fiktif lainnya.

Melihat hal tersebut, seluruh masyarakat diminta untuk bersama membangun daerah dan memantau betul serta mengawal segala program dan kegiatan yang akan berlangsung di Sitaro.

"Memang selama ini, hanya beberapa lembaga independen saja yang melakukan fungsi kontrolnya dengan baik. baik itu dari LSM bahkan teman-teman media, dan kita mestinya mengedepankan apa yang sudah menjadi tugas kita sebagai fungsi kontrol untuk masa depan daerah kita," tukas Maru.(haman palandung)



Sponsors

Sponsors