Kelas Terminal Tempat Bagi Siswa Terbaik


Manado, ME

Dalam konteks Pendidikan istilah ‘Kelas Terminal’ memiliki pengertian khusus sebagai tempat bagi kelompok belajar didalamnya terdapat siswa-siswa pilihan yang direkrut dari sekolah-sekolah disuatu daerah dan dikumpulkan serta dibina disatu tempat dengan fasilitas lengkap untuk menghasilkan produk generasi muda terbaik.

Kelas Terminal mulai diimplementasikan jadi salah satu program unggulan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dibawah kepemimipinan Walikota GS Vicky Lumentut. Pemkot Manado mulai melakukan uji coba program Kelas Terminal dalam Ujian Nasional (UN), 13-16 April 2015. Dimana metode perekrutannya dilakukan dengan mencari para siswa-siswa peraih nilai tertinggi dalam UN.

“Jika meraih nilai tertinggi se-Kota Manado akan disponsori Pemkot Manado mengunjungi universitas di Singapura selama satu minggu dan jika meraih nilai tertinggi se-Sulut akan mengunjungi dua universitas di Jepang selama dua minggu,” kata Walikota GS Vicky Lumentut didampingi Ketua DPRD Kota Manado, Norje van Bone dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Manado, Corry Tendean SH, kala membuka soal UN, Paper Based Test (PBT) di SMA Negeri 1 Manado, Senin (13/4).

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Manado, PK Bartje Assa PhD, mengatakan, rencana memberangkatkan siswa-siswa ke luar negeri merupakan bentuk apresiasi dari Pemkot Manado bagi siswa-siswa berprestasi, tujuannya mereka bisa magang disana. Anggarannya akan ditata dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Manado 2015.

“Program ini sudah tertata, dan sementara berjalan, namun penganggarannya akan dibahas di APBD-P 2015, mengingat banyaknya pergeseran anggaran, seperti untuk korban bencana banjir bandang dan tanah longsor,” ungkap Assa kepada manadoexpress.co, Selasa (15/4).

Kepala Bappeda Bartje Assa PhD, menjelaskan, Kelas Terminal merupakan program unggulan Pemkot Manado dalam bidang pendidikan. Program ini dimulai dengan merekrut siswa-siswa yang pintar diseluruh Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di kota Manado dan dikumpulkan dan ditempatkan dalam satu lokasi selama satu hari penuh dan akan digodok dengan berbagai pelajaran.

Jam belajarnya pun berdeda dengan sekolah pada umumnya yang hanya setengah hari jam belajar. Infrastruktur penunjang akan disediakan seperti gedung untuk kelas belajar, laboratorium komputer dan bahasa, perpustakaan dan sarana olah raga berupa lapangan bermain. Selain itu, mereka akan diberi uang saku, buku, pakaian, makan siang hingga fasilitas antar jemput.  

“Siswa-siswa ini akan diseleksi dengan ketat, Begitu juga dengan guru pengajarnya. Kenapa Kelas Terminal? Siswa-siswa ini hanya mengikuti pelatihan ditempat yang dikhususkan, tapi ujian kembali ke sekolah masing-masing. Setelah itu, akan dipilih siswa-siswa terbaik dari yang terbaik. Nah, mereka itu yang akan mendapatkan kesempatan untuk magang ke luar negeri," terang Assa.

Lanjut, Assa mengatakan, tujuan dari program Kelas Terminal agar menghasilkan siswa-siswa berkualitas yang bisa beradaptasi dengan kemajuan dunia yang semakin ketat serta menyambut pasar Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Nantinya, kata Asa, mereka bisa menjadi sosialitator atau agen perubahan bagi masyarakat dengan unggul dalam aspek pendikan formal, pendidikan moral dan pendidikan kebubudayaan.

“Mereka inilah yang jadi sosialitator bagi dunia untuk menanamkan budaya budi pekerti, budaya antri, budaya disiplin dan budaya kerja keras serta kreatif, sehingga terbentuklah karakter anak bangsa yang mumpuni,” tegas Assa.

Diapun berharap, uji coba program ini tidak hanya dicicipi siswa-siswa pandai akan tetapi bagi semua siswa di seluruh sekolah yang ada di Manado.

“Uji coba ini merupakan pilot project Pemkot Manado, dimana jika kedepan dana mencukupi diharapkan semua sekolah bisa menerapkanya, sehingga bisa berkesinambungan,” ucap Kepala Bappeda Manado ini.

Mengingat, dewasa ini banyak siswa yang sudah lupa akan budaya-budaya luhur. Banyak yang sudah terjerumus dalam pergaulan bebas seperti sering mengkonsumsi miras, tawuran, narkoba, serta seks bebas.

Pemkot Manado berharap dengan adanya program ini bisa berdampak bagi kemajuan siswa-siswa dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berintegritas. (harjunata kalalo)



Sponsors

Sponsors