Foto: Stefanus Lumowa SH.
PDIP Tampik Buru Tetty
Amurang, ME
Tensi politik jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Minahasa Selatan (Minsel), kian meninggi. Rumor panas terus menggelinding liar. Teranyar, isu pinangan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terhadap Christiany Eugenia Paruntu.
Srikandi Golkar itu disebut-sebut jadi kandidat calon Bupati yang paling diburu oleh Partai Berlambang Banteng Moncong Putih. Itu menyusul kebijakan Partai Golkar pimpinan Agung Laksono, untuk membuka penjaringan calon Bupati Beringin di Pilkada Minsel.
Maklum, hasil Rakerda Golkar versi pimpinan Aburizal Bakrie yang menetapkan Tetty sebagai calon tunggal Bupati Beringin di Pilkada Minsel, telah dibekukan.
Apalagi status incumbent yang melekat pada sosok yang akrab disapa Tetty. Suami anggota DPRD Sulut, Decky Palinggi itu dikabarkan bakal dijadikan alat partai untuk memenangkan pesta demokrasi rakyat di daerah berjulukan Teguh Bersinar itu.
Sederet kader potensial PDIP kans terdepak. Pun begitu, isu itu langsung ditampik Ketua DPC PDI Perjuangan Minsel, Stefanus Lumowa SH.
Legislator Minsel itu membantah dengan tegas rumor menyebutkan bahwa PDIP telah melakukan deal politik dengan Tetty.
"Saya tegaskan lagi, PDI Perjuangan tak pernah menawarkan sesuatu kepada salah satu figur. PDIP punya aturan dan mekanisme dalam pencalonan,” tegasnya.
Ia juga menepis kabar PDIP tengah ngotot mendekati Tetty. “Figur yang ingin mengunakan panji moncong putih, tentunya harus mendekatkan diri ke partai. Bukan sebaliknya didekati partai. Itu sangat dan sangat keliru," lugas Lumowa lagi.
PDIP dalam waktu dekat ini akan segera membuka penjaringan calon bupati (cabup). Itu tinggal menunggu mandat dari DPP.
"Kemungkinan besar mandat penjaringan akan dikeluarkan secara bersamaan. Sebab di Sulut akan ada lima pilkada. Jadi mandatnya akan dikeluarkan serentak. Ini yang menjadi arahan DPP pada kongres di Bali pekan lalu," jelas Lumowa.
Ketua Komisi II DPRD Minsel menegaskan PDIP tak akan membuka pintu koalisi. Partai besutan Megawati Soekarno Putri itu akan mengusung kader partai yang siap dan berpotensi untuk mengikuti kompetisi.
"Sesuai arahan partai, PDI Perjuangan akan terbuka dalam penjaringan, tak terpaku pada internal partai. Jika ada yang luar kader, dipersilakan. Namun, jika ingin dicalonkan pasti kapasitasnya harus memiliki KTA (Kartu Tanda Anggota, red) partai. Ini harga mati. Tak bisa ditawar-tawar," tandas figur yang mewakili Minahasa Selatan Atas (Minsela) itu. (revel maliangkay)



































