Foto: Pelepasan burung merpati oleh Gubernur beserta seluruh Forkopimda Sulut.
Kapolda: “Sulut Sulit Disulut Karena Solid”
Ikrar Tolak ISIS dan Dukung Program 'Brenti Jo Bagate'
Manado, ME
Segenap komponen masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) yang antara lain terdiri dari Organisasi Massa (Ormas); Organisasi Keagamaan; Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM); Organisasi Mahasiswa; Relawan; Pelajar; Gerakan Pramuka; Instansi terkait beserta elemen masyarakat lainnya, berkumpul untuk mengikuti Apel Menolak Terorisme, ISIS (Islamic States of Iraq and Syria) dan Mendukung Program Polda Sulut “Brenti Jo Bagate”.
Kegiatan ini digelar di halaman Mapolda Sulut, Jumat (10/04) pagi. Yang dihadiri Gubernur Sulut DR. Sinyo H. Sarundajang beserta Forkopimda; Pejabat Utama Polda Sulut dan Kapolres/ta jajaran; para Kepala Dinas Instansi terkait, Pimpinan Ormas/LSM serta tamu undangan lainnya.
Kegiatan diawali dengan pembacaan “Ikrar Tolak ISIS dan Dukung Brenti Jo Bagate” oleh tiga orang perwakilan, yang ditirukan oleh seluruh peserta apel dan hadirin. Isi ikrar tersebut yaitu:
“Kami segenap komponen masyarakat Sulut berikrar: 1. Menolak ISIS dengan segala konsekuensinya; 2. Brenti Jo Bagate; 3. Mari torang menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas)”.
Kapolda Sulut Brigjen Pol. Drs. Wilmar Marpaung, S.H., dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta atas partisipasinya dalam kegiatan ini.
Kapolda menegaskan, ISIS bukanlah ajaran agama tetapi ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan merupakan paham radikal.
“ISIS tidak boleh berkembang di Indonesia terlebih khusus di Sulawesi Utara. Masyarakat tidak boleh terpengaruh akan ajakan kelompok tersebut yang mengklaim ajaran mereka benar,” tegas Kapolda.
Kepada masyarakat, Kapolda menghimbau agar tetap waspada terhadap pergerakan terbuka ataupun terselubung kelompok radikal ini, dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian bila mengetahui adanya orang/kelompok yang mencurigakan.
Sedangkan untuk program “Brenti Jo Bagate” yang sudah berjalan selama ini, Kapolda tetap mengharapkan dukungan dari seluruh masyarakat.
“Program Brenti Jo Bagate harus tetap kita galakkan dan gaungkan, karena kasus-kasus kejahatan di Sulut sebagian besar diawali dari minuman keras (miras),” ujar Kapolda.
Oleh karena itu, Kapolda mengajak kepada seluruh elemen masyarakat serta stakeholder untuk bersama-sama menciptakan provinsi Sulut yang aman dan bebas dari pengaruh ISIS dan minuman keras.
“Sulut Sulit Disulut Karena Solid,” pungkas Kapolda.
Aksi penolakan ISIS dan dukungan Program Brenti Jo Bagate disimbolkan dengan penandatanganan spanduk raksasa oleh seluruh peserta dan hadirin, yang didahului dengan pelepasan burung merpati oleh Gubernur beserta seluruh Forkopimda Sulut.
Sebagai penutup, dilanjutkan dengan pawai show of force oleh seluruh peserta menggunakan mobil dan sepeda motor. Route yang dilalui pada show of force ini adalah seputar Kota Manado, dengan melewati jalan-jalan utama seperti Jalan Bethesda-Jalan Sam Ratulangi-Zero Point-Jalan Sudirman-Jalan Sarapung, masuk kembali Jalan Sam Ratulangi-Jalan A. Yani dan finish di Mapolda Sulut.(tim me)



































