Woloan Satu Aktif Kembangkan Budaya Mapalus
Jadi Perwakilan Kota Tomohon
Untuk mempertahankan budaya gotong royong atau Mapalus di kalangan masyarakat Tomohon, tim penilai Bulan Bakti Gotong Royong masyarakat kelurahan dan pedesaan dan Gerak Kesatuan PKK Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melakukan penilaian di Kelurahan Woloan Satu. Kelurahan ini menjadi satu-satunya utusan Kota Tomohon, untuk berlomba di level provinsi.
Ketua Tim penilai Drs Ferry C Singal MSi yang juga Kabid Penguatan Kelembagaan, dan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), mengatakan, kunjungan tim penilai di Kota Tomohon khususnya Kelurahan Woloan Satu, untuk menilai akan budaya Mapalus yang sudah lama tertanam di masyarakat Sulut khususnya Kota Tomohon. "Saat ini masyarakat hanya mengandalkan uang dan sehingga budaya bergotong royong kian terkikis," jelas Singal.
Ia mengakui budaya Mapalus masih kental di masyarakat Woloan Satu.“Ini sangat positif. Jadi, budaya ini harus dipertahankan, jangan sampai melepasnya. Jika perwakilan Kota Tomohon berhasil di tingkat Provinsi, akan diutus ke tingkat nasional untuk mewakili Provinsi Sulut,” terang Singal
“Jadi, kami meminta agar kelurahan-kelurahan di Tomohon, agar menata, mendorong, masyarakat agar selalu bergotong royong, tidak membeda-bedakan antar sesama.”
Sementara itu, Lurah Woloan Satu, Martje Palit, berterima kasih kepada Walikota Tomohon Jimmy F Eman, SE Ak yang intens mendukung Woloan Satu dalam pengembangan budaya Mapalus. Ia optimis dengan persiapan yang dilakukan bisa meraih hasil baik.”Kami optimis bisa mengharumkan Kota Tomohon di kancah provinsi bahkan nasional,” tuturnya.(micky ratag)



































