Foto: Dialog bersama Walikota GSVL dengan Pengurus Masjid Al Khairiah.
GSVL Bawah Jumat Agung Menjadi Jumat Baroqah
Manado, ME
Makna Jumat Agung bagi Umat Kristiani sangatlah dalam. Peringatan Kematian Yesus Kristus di Kayu Salib jadi refleksi bagaimana pengorbanan Sang Juru Selamat yang rela disalibkan hanya untuk menebus seluruh dosa manusia. Wujud dari memaknai Jumat Agung dan Paskah, bisa dengan sikap menjaga ketertiban umum serta meningkatkan toleransi antar umat beragama. Hal itulah yang dilakukan Pemkot Manado. Maknai Jumat Agung dan Paskah, pemerintah Manado terus bertransformasi khususnya dalam memecahkan permasalahan.
Jumat (3/4), usai mengikuti Ibadah Jumat Agung dan Perjamuan Kudus, Walikota Manado DR Godbless S Vicky Lumentut, sendirian datang menemui Imam Mesjid, Pengurus Mesjid, dan umat Islam di Mesjid Al Khairiyah.
Dalam pertemuan ini, Walikota GSVL bersama seluruh elemen di Mesjid Al Khairiyah berdialog dalam bingkai kerukunan mencari solusi terhadap masalah di kawasan yang hendak dibangun kawasan wisata religi.
“Solusi masalah di kawasan eks Kampung Texas harus mengedepankan dialog dan membina kerukunan umat,” kata GSVL.
Dialog ini dipandu Abdul Rahman Musa. Dia mengatakan, GSVL membawa Jumat Agung menjadi Jumat Baroqah. (harjunata kalalo)



































