PAN Incar 3 Daerah


Manado, ME

Lonceng pesta demokrasi pemilhan Gubernur/Wakil Gubernur dan pemilihan Bupati/Walikota di 6 Kabupaten/Kota di Sulawesi Utara (Sulut) segera dibunyikan. Partai politik pun mulai pasang kuda-kuda, mengelus kader-kader terbaiknya untuk maju bertarung di medan laga.

Persiapan itu juga yang dilakukan Partai Amanat Nasional (PAN) Sulut. Partai berlambang matahari terbit tersebut kini sedang mematangkan gerak untuk meraih kesuksesan di pemilihan kepala daerah (Pilkada) nanti.

“PAN secara tidak langsung ikut serta di dalam Pilkada. Khusus untuk mengantisipasi 7 Pilkada, 1 Pilgub/Wagub dan 6 Bupati/Wakil Bupati serta Walikota/Wakil Walikota. Artinya, peran PAN akan ikut serta. Mudah-mudahan di 7 ini ada kader-kader PAN yang ada yang akan duduk di eksekutif,” ujar Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sulut, Ayub Ali Albugis.

Untuk itu, beberapa Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN mulai melakukan langkah-langkah untuk penjaringan.

“Manado sudah melakukan rapat, sudah ada tim penjaringan. Begitu juga DPD-DPD lain. Sisa kami menunggu petunjuk dari pengurus pusat, pimpinan yang baru bang Zulkifli Hasan. Mungkin ada petunjuk teknis untuk pemenangan PAN, khususnya di Sulut,” terang anggota DPRD Sulut itu.

Ayub mengungkapkan, ada sejumlah wilayah yang menjadi target PAN. “Wilayah-wilayah yang jadi taget kami, Boltim, Manado, Bolsel, karena di situ kita punya kader-kader yang baik,” aku dia.

“Bagaimana pun juga kita akan ikut berperan serta dalam Pilkada. Nanti kita serahkan ke masyarakat kader-kader PAN mana yang laku dijual dan bisa diterima di masyarakat umum,” sambungnya.

Diakuinya, PAN sangat terbuka dengan setiap figur yang pantas untuk dijagokan. “PAN partai nasionalis, otomatis karena itu lintas agama, lintas suku, lintas golongan, lintas apapun. Jadi akan kita dorong bisa kader tapi bisa juga tidak. Orang yang respek pada PAN kami welcome juga, artinya yang laku dijual,” terang Ayub.

Soal penjaringan calon, PAN punya mekanisme sendiri. “Kalau mekanisme yang internal partai mengikuti penjaringan, kalau di luar mengikuti surevei atau polling. Yang dilihat secara umum, punya masa yang jelas atau rill, tidak pernah bermasalah hukum. Ini yang bisa menjual. Tapi arahan Ketum baru, prioritas utama setiap Pilkada wajib diperhatikan kader dulu. Kalau tidak bisa baru altenatif lain,” jelasnya. (joyke watania)



Sponsors

Sponsors