Stok Obat Ludes, Sitaro ‘Genting’

Kisah Tragis dari Wilayah Kepulauan


Ondong, ME

Nasib kelam membungkus daerah kepulauan. Selain terasing dari gemerlap ibu kota, sejumlah persoalan terus mendera wilayah-wilayah ini. Adalah Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). Meski populer sebagai lumbung pala, kopra, kenari dan produk unggulan lainnya, namun terus dirundung persoalan serius. Diduga, stok obat di Sitaro kosong.

Fenomena ini bukan hanya terjadi di Puskesmas Ulu Siau, namun terjadi disejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Pukesmas) di Kabupaten Sitaro. Stok obat-obatan jenis tertentu, ludes. Buntutnya, pelayanan kesehatan bagi masyarakat, tersendat.

Kekosongan ini terindikasi akibat proses pengadaan menggunakan e-Katalog pada tahun 2014, yang dikabarkan mengalami gagal lelang. Tak heran, beberapa hari terakhir ini  banyak stok obat belum tersedia.

"Tahun 2014 tender obat-obatan gagal lelang karena tidak adanya peserta yang mengikuti," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Sitaro, dr Ria Papalapu.

Meski demikian, lanjut Papalapu, saat ini pihaknya sudah menyuplai kebutuhan obat-obatan melalui e-katalog dan sekarang keberadaan obat tersebut sudah berada di Manado.

"Semua obat sudah di include, tinggal menunggu pengiriman saja dari Manado, setelah itu akan didistribusikan ke masing-masing pukesmas," urainya.

Aktifis Lembaga Anti Korupsi dan Pemerhati Pembangunan Nasional (LAK-P2N) Sulut, Joppy Wongkar, menyangkan kondisi tersebut. Kata dia, persoalan yang mendera wilayah Sitaro harus segera ditindaklanjuti Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut.

”Ini sangat disayangkan. Padahal sektor kesehatan menjadi prioritas utama pemerintahan saat ini. Kejadian ini merupakan tamparan keras bagi dunia kesehatan di Sulut,” aku Wongkar.

Jika tidak segera ditangani, kata dia, kesehatan masyarakat di wilayah Sitaro bakal terancam.

”Pemprov harus secepatnya bertindak. Kasian warga disana. Paling tidak, stok obat yang dibutuhkan harus segera dikirim agar tidak menyebabkan persoalan,” tandasnya.(haman palandung)



Sponsors

Sponsors