ISIS ‘JERAT’ SISWA
Jakarta, ME
Cakar Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS), kian menancap. Gerakan masif yang terendus di beberapa belahan bumi termasuk wilayah nusantara, vulgar menganga. Teranyar, kelompok garis keras yang mengusung interpretasi yang keras pada Islam dan kekerasan brutal ini, menjerat kalangan siswa di Indonesia. Jebakan dipasang. Diduga, otak ISIS menjaring militan muda melalui media internet, spesifikasi situs sosial. ‘Teror’ ISIS yang menyasar para siswa membuat pemerintah berang.
Kabar mengejutkan mencuat dari Setara Institute yang mengadakan survei tentang persepsi siswa sekolah menengah atas tentang toleransi beragama dan radikalisme. Hasil survei menunjukkan satu dari 14 siswa ternyata setuju dengan gerakan ISIS.
Buktinya, dari 684 responden yang mengikuti survei, 7,2 persen mengatakan tahu dan setuju dengan paham ISIS. Hasil ini tidak mengagetkan. Sebab, dalam survei yang sama, 16,9 persen siswa mengenali ISIS sebagai lembaga yang sedang memperjuangkan pendirian negara Islam di dunia.
"Angka persetujuan ini merupakan peringatan serius bagi Indonesia," kata Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos di kantornya, Senin (30/3).
Pengaruh ekstrem ini muncul akibat derasnya arus informasi yang tidak disaring. Sebab, 67 persen responden menggunakan internet sebagai media utama. Sedangkan 29,1 persen mendapatkan informasi dari televisi.
"Lebih dari setengah responden mengaku sering mengakses media. Kalau informasinya tidak tepat, ini mencemaskan," ujar Bonar. Pengaruh-pengaruh ekstrem ini juga muncul dari pelajaran ekstrakurikuler dan pendidikan agama dari luar sekolah yang diikuti rutin oleh siswa.
Setara melakukan survei terhadap siswa 76 SMU di Jakarta dan 38 SMU di Bandung (meliputi Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kota Bandung) pada 9-19 Maret lalu.
”Dari total 114 sekolah, diambil enam siswa, sehingga tingkat kepercayaannya 95 persen dan margin of error 4,7 persen. Penelitian itu menggunakan metode wawancara dan kuesioner,” tuturnya.
Hasil survei ini jelas menjadi satu parameter, adanya potensi siswa di Indonesia terjerat dalam belenggu ISIS.
DUA PELAJAR INDONESIA DIRENGUT
Pengaruh ISIS terhadap para pelajar sangat jelas. Terbukti, bagaimana ISIS gemilang merenggut dua pelajar Indonesia di Turki. Mereka adalah Wijangga Bagus Panulat dan Yazid Ulwan Falahuddin. Yazid, 19 tahun, adalah pelajar di Imam Hatip School (SMA), sementara Wijangga, 20 tahun, merupakan mahasiswa teknik komputer di Institute of High Technology.
Menurut mahasiswa program doktor Universitas Marmara, Turki Muhammad Syauqillah, Yazid dan Bagus masih sering berkomunikasi dengannya dan rekan-rekannya melalui media sosial. Namun usaha untuk mengajak dua orang itu pulang selalu gagal.
"Doktrinnya sudah sangat kuat. Kami yang masih kontak melalui media sosial ini tak pernah didengar mereka," ujar Syauqillah di Setara Institute.
Bahkan, nasihat orang tua masing-masing dari mereka sudah tak didengar."Orang tuanya sering menitipkan pesan, tapi tak dibalas," katanya. "Mungkin salah satu alasannya, mereka takut kalau pulang bakal kena pidana."
Yazid dan Bagus justru kadang mengarahkan pembicaraan dan mengajak rekan-rekannya bergabung dengan ISIS."Tapi saya sudah kasih tahu ke adik-adik di sana, jangan pernah mau karena tak akan berujung baik," ujar Syauqillah.
Soal ini, ia hanya menggunakan istilah radikal dan radikalisasi dalam konteks dua pelajar Indonesia di Turki yang telah bergabung dengan kelompok milisi ISIS sejak setahun lalu.
"Jadi bukan merujuk pada mahasiswa Indonesia di Turki secara general (umum). Dan, adalah naif saya menyematkan julukan radikal atau label negatif terhadap para pelajar Turki secara umum karena saya juga masih berstatus pelajar di Turki," kata Syauqillah dalam hak jawab dan koreksinya pada pemberitaan di salah satu media berjudul 1000 Pelajar Indonesia di Turki pada tanggal 14 Maret 2015.
"Mereka sudah pergi ke Suriah setahun lalu," ujarnya.
Kabar tentang keduanya tidak dapat lagi diakses karena keduanya sudah tidak dapat dihubungi.
Selain itu, tentang peran Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Turki, Syauqillah hanya merujuk pada pembinaan khusus pelajar Indonesia di Turki dalam rentang waktu sejak dirinya tiba di Turki, menetap di Izmir untuk beberapa bulan dan tinggal di Istanbul hingga sebelum berdirinya Konjen RI di Istanbul.
"Saya hanya mengalami satu kali pertemuan resmi yang digagas oleh KBRI antara pelajar dengan KBRI sebagaimana yang saya alami, yakni pada tahun 2010, tepatnya pada momen memperkenalkan dubes baru. Dan dalam konteks itu, saya menyayangkan pula kondisi tersebut," ujar mantan Ketua Majelis Perwakilan Anggota sekaligus pendiri Perhimpunan Pelajar Indonesia di Istambul.
PEMERINTAH BLOKIR SITUS RADIKAL
Pemerintah Republik Indonesia (RI), akhirnya berang. Gerakan masif ISIS di dunia maya yang diduga menjadi gerbang penyebaran paham ISIS, langsung disterilkan. 19 situs terindikasi radikal, kans diblokir.
Juru bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Ismail Cawaidu, mengatakan, Kementerian sudah mengirim surat ke penyelenggara jasa Internet (Internet Service Provider/ISP) untuk memblokir 19 situs yang terindikasi radikal. Permintaan itu berasal dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Hingga awal pekan lalu, sudah ada 70 situs radikal yang diblokir oleh ISP.
Terpisah, Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia Semuel A Pangerapan, menegaskan, para ISP akan selalu mengikuti rekomendasi Kementerian ihwal situs-situs yang dianggap berbahaya. “Kami selalu mengikuti daftar situs-situs berbahaya di dalam Trustpositif milik Kominfo,” ujar dia ketika dihubungi, Senin.
Kementerian Komunikasi selalu memperbarui daftar situs terlarang dengan melihat situasi yang sedang berkembang. Karena itu, tak heran jika situs-situs yang terindikasi berpaham radikal diblokir ketika melihat meningkatnya aktivitas aliran tersebut di dalam negeri. ISP, punya waktu paling lambat 2 x 24 jam untuk mematuhi rekomendasi Kominfo.
Ia memastikan ISP tak bisa menentukan situs web apa saja yang berbahaya tanpa ada rekomendasi dari pemerintah.“Kalau kami berinisiatif membelokkan suatu situs sendiri, bisa kacau nanti,” lugas Semuel.
BNPT AKUI SESUAI ANALISA DAN INVESTIGASI
Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) mempunyai penilaian kriteria situs yang melakukan radikalisme. Juru bicara BNPT Irfan Idris mengatakan pemblokiran situs radikal kepada Kemenkominfo sudah dilakukan analisa dan investigasi.
"Ingin melakukan perubahan dengan cepat menggunakan kekerasan dengan mengatasnamakan agama. Takfiri (mengkafirkan orang lain), mendukung, menyebarkan dan mengajak bergabung ISIS. Serta memaknai jihad terbatas," kata Irfan Idris di Kantor Kemenkominfo, Jakarta, Selasa (31/3).
Sementara di kesempatan yang sama, staf ahli bidang komunikasi dan media massa Henri Subiakto, mengatakan, ada tiga kriteria pemblokiran situs yang diminta oleh BNPT. Pemblokiran itu sudah mematuhi aturan perundang-undangan.
"Sudah dianalisa oleh lembaga yang mengajukan, domain yang digunakan bukan domain Indonesia. Ketiga dapat dipulihkan kembali jika sudah tidak mengandung konten negatif dan mengikuti perundang-undangan yang berlaku," ujar Henri.
Kendati demikian, dia menambahkan ada permohonan normalisasi dari situs-situs yang diblokir. "Ada tujuh situs yang akan dinormalkan kembali yakni, AQLislamiccanter, almustaqbal, arrahmah, panjimas, hidayatullah, salam-online dan gemaislam," tutupnya.
WAPRES DUKUNG PEMBLOKIRAN SITUS RADIKAL
Upaya pemblokiran situs yang dinilai radikal masuk teropong Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Ia menyatakan mendukung proses ini.
Menyikapi terkait pemblokiran situs-situs Islam ini, JK mengaku sudah menghubungi Menteri Komunikasi dan Informasi."Yang jelas terkait ya diblokir. Saya sudah bicara dengan Rudiantara kalau memang jelas-jelas itu bagian daripada radikalisme, otomatis bisa diblokir. Tapi kalau tidak ya harus diperiksa betul," kata JK kepada wartawan di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (31/3).
Memang seharusnya ada kriteria khusus soal pemblokiran situs pemberitaan Islam."Iya, harus. Jangan semuanya katakanlah yang ada nama Islamnya langsung (diblokir) ya, tidak. Yang jelas saja yang kontennya memang selalu ada radikalisme, iya. Kalau hanya penafsiran-penafsiran saja atau kontennya tidak mengikat ya harus diseleksi juga," jelas JK.
Seperti diketahui, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melakukan bredel terhadap 19 situs pemberitaan Islam. Pemblokiran itu atas permintaan BNPT lantaran dicurigai menyebarkan paham Islam radikal.
SULUT ‘GANYANG’ ISIS
Pemerintah dan masyarakat di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menyatakan menolak hadirnya gerakan radikal ISIS di Bumi Nyiur Melambai.
Penolakan itu ditandai dengan penandatangan bersama yang dilakukan Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang bersama Wagub Dr Djouhari Kansil MPd, Wakil Ketua Komisi 2 DPR-RI Ir Riza Paria MBA, Anggota VI BPK-RI Prof Dr Bahrullah Akbar MBA, unsur Forkopimda Sulut dan Bupati Minsel Tety Paruntu, Walikota Tomohon Jimmy Eman dan Wawali Bitung Max Lomban di atas kanvas, usai apel Gerakan Bela Negara di IPDN Kampus Sulut Tampusu Minahasa, Senin kemarin.
Lima poin yang menjadi alasan Sulut menolak gerakan ISIS, antara lain, warga Sulut bertekad mewujudkan gerakan bela negara dengan cara mempertahankan Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan wilayah NKRI dengan menolak dengan tegas sikap ancaman terorisme dan radikalisme yang merusak sendi-sendi kehidupan persatuan dan kesatuan bangsa. Selanjutnya, menolak dengan tegas kekuatan kelompok asing dan tokoh-tokoh tertentu yang berupaya memasukan pahan ISIS di Indonesia terutama di Sulut, serta endukung kebijakan pemerintah di dalam pemberantasan narkoba, pemberantasan praktek begal jalanan yang telah merusak mental dan moral serta jiwa raga generasi bangsa. Upaya ini diperkuat dengan menghimbau segenap komponen bangsa secara bersama-sama mewujudkan gerakan bela negara melalui tata kehidupan masyarakat yang kreatif, inovatif, memiliki sikap mental positif dan menerapkan disiplin yang tinggi.
Gubernur Sulut Dr SH Sarundajang, mengakui, penandatangan bersama menolak hadirnya gerakan ISIS di daerah ini merupakan kegiatan yang bernilai dan bermakna strategis yang perlu dilakukan.“Sebagai media efektif dalam mengetuk nurani setiap anak bangsa, agar semakin memantapkan nasionalisme, serta bertekad dan komitmen yang kuat untuk membela Negara,” tegas Gubernur.
Dia berharap salah satu cara untuk menangkal gerakan ISIS, yakni menanamkan wawasan kebangsaan kepada gerenasi muda dimanapun berada.
“Implementasi dalam setiap langkah dan sendi kehidupan bermasyarakat, senantiasa berdiri kokoh tampil terdepan dan terus mengangkat panji mempertahankan jati diri bangsa Indonesia, tandas SHS. (tim ms, tmp,mrd)
19 Situs Yang Akan Diblokir Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi
1.Arrahmah.com
2.Voa-islam.com
3.Ghur4ba.blogspot.com
4.Panjimas.com
5.thoriquna.com
6.Dakwatuna.com
7.Kafilahmujahid.com
8.An-najah.net
9.Muslimdaily.net
10.Hidayatullah.com
11.Salam-online.com
12.Aqlislamiccenter.com
13.Kiblat.net
14.Dakwahmedia.com
15.Muqawomah.com
16.Lasdipo.com
17.Gemaislam.com
18.Eramuslim.com
19.Daulahislam.com



































